Strategi Dongkrak Penjualan Daring Selama Ramadan

muslim belanja daring
muslim belanja daring

Pekan ini, Ramadan tiba. Umat Islam kembali menjalankan ibadah puasa. Bulan ini juga bisa menjadi penuh bagi para pengusaha, asal tahu apa yang harus dilakukan dengan perubahan pola konsumsi selama Ramadan.

Keberadaan toko daring (online) mendukung perubahan pola konsumsi konsumen selama puasa. Jadi, buat kamu yang punya bisnis daring, bisa segera menyesuaikan diri.

“Ramadan bisa sangat berdampak pada perilaku konsumen," kata General Manager Criterio Asia Tenggara Alban Villani pada Kompas.

Ada tiga alasan utama yang akan mendorong konsumen lebih sering belanja daring. Pertama, promosi spesial Ramadan untuk produk makanan dan fesyen. Kedua, pilihan metode pembayaran cash on delivery. Ketiga, same day delivery tanpa biaya tambahan.

Kemudian, situs yang tidak menampilkan barang dengan harga lebih rendah akan mengalami kesulitan mendapatkan klik konversi. Apalagi, orang Indonesia sadar harga. Bahkan, ketika THR sudah turun sekalipun, penghematan tetap menjadi faktor utama konsumsi barang.

Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan mencantumkan harga normal dan mencampurnya dengan harga diskon di homepage. Harga barang yang lebih rendah harus dibawa ke garis terdepan. Ini adalah waktu yang tepat untuk mengeluarkan inventaris.

Logistik dan pembayaran tetap menjadi tantangan untuk para pengusaha karena infrasuktruktur belum memadai dan kurangnya pengetahuan mengenai keuangan. Kebanyakan perusahaan umumnya mengambil langkah outsourcing dalam memecahkan dua masalah tersebut untuk pengalaman berbelanja yang lebih efisien.

Selama periode ini, peritel, merek, perusahaan, pedagang kecil boleh berlomba-lomba untuk kompetisi yang sama. Semuanya mengeluarkan uang lebih banyak untuk menarik perhatian para pembeli.

Namun ingat, pemasar perlu tetap cerdas dalam menghabiskan uang dan memahami kebiasaan dan preferensi konsumen.