Strategi Wajib Arungi Tiga Tahun Pertama Bangun Bisnis

Membangun Bisnis
Membangun Bisnis

Memutuskan mendirikan perusahaan sendiri memang cukup menguras tenaga. Ketika perusahaan sudah berdiri, tentu kamu ingin terus mengembangkannya, bukan? Tantanganmu adalah pada tiga tahun pertama perusahaan berdiri.

Tiga tahun pertama menjadi dasar perjalanan bisnis ke depan. Jadi, bukan soal bisnis akan kamu biayai sendiri atau ada campur tangan investor atau lainnya. Perencana Keuangan Judy McNary pun memberi kiat menjalani tiga tahun pertama itu seperti dikutip Investopedia.

Tahun Pertama: Jangan Menilai Sesuatu Hanya Berdasarkan Kondisi Keuangan

Di tahun pertama, Judy bilang, bisnis belum akan tumbuh pesat. Bahkan, wajar bila kamu merugi karena lebih banyak pengeluaran dibanding pendapatan. Namun, pada prinsipnya, ada tiga hal bisa kamu lakukan.

Pertama, berkumpullah dengan orang-orang yang positif. Kamu akan belajar banyak hal dari mereka, termasuk untuk tidak takut mengambil langkah dari mereka. Kedua, pahami dan lakukan prinsip penghematan.

Ketiga, konsultasi pada ahli keuangan perusahaan untuk menjaga arus kas positif.

Tahun Kedua: Lanjutkan Rencana di Tahun Pertama

Di tahun kedua, pendapatan biasanya sudah menutup biaya produksi. Meski demikian, bisnis kadang masih terkendala arus kas. Judy mengatakan ada beberapa cara bisa kamu lakukan. Pertama, hemat pengeluaran dengan menurunkan biaya produksi.

Namun ingat, usahakan untuk menjaga kualitas dan tidak terjebak pengeluaran lain-lain. Kedua, minta umpan balik dari klien mengenai apa yang mereka suka dan tidak suka tentang bisnismu. "Gunakan ini untuk menyusun strategi pemasaran yang lebih efektif," tambahnya. Terakhir, jangan lupa tetap rendah hati.

Tahun Ketiga: Perbaiki Rencana Bisnis dan Keuangan

Saat kondisi bisnis semakin baik, Judy menyarankan untuk mengambil beberapa langkah. Pertama, evaluasi segala prioritas dan tentukan arah fokus perusahaan ke depannya.

Kedua, mulailah mempersiapkan dana pensiun dengan lebih serius. Terakhir, evaluasi rencana bisnis yang sudah berjalan dua tahun. Bisa jadi, ada bagian yang sudah tidak relevan.

Jadi, investasikan waktu untuk membangun strategi baru dalam bisnis. Langkah ini bisa menjadi landasan baru untuk membuka peluang baru.