Survei: 50 Persen Bisnis Kecil Gagal di 4 Tahun Pertama

Ilustrasi
Ilustrasi

Dunia bisnis terkadang memang kejam. Bila salah strategi, bukan tidak mungkin usahamu malah tenggelam. Apalagi di tengah ketatnya persaingan seperti sekarang.

Tapi jangan lantas mengendurkan semangat ya. Sebab gagal dalam bisnis itu merupakan hal umum. Malahan sebenarnya dari kegagalan itu kamu bisa membuat sesuatu yang lebih baik.

Sebuah survei yang dikutip dari Smallbiztrend malah lebih bikin hati ciut lagi. Pasalnya, survei tersebut mengatakan 50 persen bisnis gagal di 4 tahun pertama. Wah, pukulan di awal nih.

Masih kata survei tadi, kebanyakan perusahaan yang gagal itu adalah bisnis kecil yang dijalankan pengusaha pemula minim pengalaman. Umumnya, mereka terlalu gegabah dalam menerapkan strategi tanpa perhitungan yang teliti.

Tak cuma itu lho, malahan survei juga menunjukkan meski kamu sudah mempersiapkan ide bisnis yang sangat baik, berdedikasi penuh untuk mewujudkannya, dan menyiapkan tim untuk mengerjakannya, kegagalan masih bisa terjadi. Biasanya, hal ini karena faktor eksternal yang tidak dapat kamu kontrol. Akibatnya bisnis jadi tidak sesuai harapan hingga akhirnya gagal.

Tapi tenang. Kegagalan itu pernah dialami hampir semua pebisnis. Malahan dari situ, banyak yang jadi sukses. Bisa saja dong hal itu terjadi juga dengan kamu.

Nah, sekarang pertanyaannya, apa yang biasanya pebisnis lakukan saat usahanya gagal? Coba simak yuk.

1. Analisa Kegagalan

Sudah pasti hal pertama yang harus kamu lakukan adalah menganalisa kegagalan. Berembuklah dengan tim, lihat perjalanan bisnis dari awal. Pelan-pelan telusuri dan temukan sumber masalahnya. Ini penting. Sebab dengan mengetahui apa penyebab kegagalan, kamu bisa segera melakukan tindakan dan menghindari kesalahan di masa depan.

2. Tata Ulang Keuangan

Saat bisnis gagal, tentunya bakal ada kerugian. Apalagi kalau ada tabungan dalam jumlah besar yang diinvestasikan ke dalam bisnis tersebut. Dampak keuangan yang terjadi membuatmu harus memikirkan kembali sumber pendapatan lain. Misalnya dengan memulai kembali bisnis dengan risiko rendah atau mencari pemasukan tambahan memanfaatkan bakat yang dimiliki.

3. Buka Jaringan dengan Pebisnis Lain

Ini dia, the power of relations. Jangan remehkan hal ini. Kamu dapat mulai melebarkan jaringan dengan hadir di berbagai seminar terbuka, menghubungi mereka melalui media sosial, atau sekadar memperkenalkan diri secara langsung. Dengan begitu kamu akan mendapatkan perspektif baru dalam menjalankan bisnis.

Malahan jika beruntung, kamu akan menemukan rekan bisnis baru yang tepat untuk bisnis selanjutnya. Lebih-lebih investor yang tentu saja akan membantumu memecahkan masalah keuangan.

4. Refresh

Poin keempat ini lebih untuk dirimu sendiri. Berikan kamu waktu untuk berpikir tenang. Renungi kembali. Menjalankan bisnis memang sangat berat, sangat menguras pikiran dengan jam kerja yang panjang setiap hari. Saat kehilangan bisnis, mental dan pikiran kamu bisa saja akan terpengaruh.

Jadi jangan terburu-buru untuk memulai bisnis yang baru. Berikan waktu untuk dirimu sendiri supaya pulih dari kegagalan tersebut. Lakukan apa yang belum sempat kamu lakukan sebelumnya. Jika ada sisa tabungan, kamu dapat berlibur ke tempat yang belum pernah dikunjungi untuk menyegarkan kembali pikiran.

5. Buka Bisnis Baru

Terakhir, jika tutup adalah jalan terbaik untuk bisnismu, relakan. Buatlah rencana bisnis yang baru. Tapi ingat, pastikan dulu kondisimu sudah lebih baik ya. Kamu dapat meluangkan waktu untuk mulai membuat rencana bisnis yang baru.

Jangan pernah merasa trauma atau kapok untuk memulai kembali. Namun, jangan melakukannya dengan terburu-buru. Kamu dapat meluangkan waktu untuk melakukan riset kondisi pasar saat ini dan membuat strategi bisnis yang lebih matang.