Tiga Hal Ini Tidak Pernah Dikatakan oleh Orang Kaya

Tips sukses
Tips sukses

"Ah mereka kan orang kaya, pasti bisa membelinya. Kalau kita mana mampu?" Pernah mendengar ungkapan tersebut? Semoga bukan kamu ya yang berpikiran seperti itu.

Contoh kalimat ini merupakan salah satu sikap pesimistis yang kerap dilakukan orang. Tentunya bukan orang kaya.

Pakar ekonomi dunia, Robert Kiyosaki, pernah membedakan antara orang kaya dengan mereka yang isi kantongnya pas-pasan. Menurutnya, yang berbeda dari keduanya adalah mindset atau cara berpikir.

Cara berpikir memang bisa memengaruhi seseorang dalam membuat keputusan. Begitu pula dengan cara kerjanya, apakah dia tipikal pekerja keras, pekerja cerdas, atau sekadar pekerja biasa yang cuma dapat capeknya saja.

Nah, dalam salah satu bukunya, Kiyosaki mengatakan orang-orang kaya cenderung menghindari pemikiran pesimistis. Termasuk kata-kata yang menggambarkan kelemahan dirinya.

Dari sekian banyak pemikiran, ada tiga yang paling sering jadi penyakit pesimisnya generasi muda. Tiga hal ini pun jadi yang sangat dihindari atau dikatakan orang kaya sehingga bisa memengaruhi kesuksesan mereka. Berikut di antaranya yang dilansir dari Business Insider.

1. “Saya bekerja untuk mencari uang”

Menurut Kiyosaki, banyak Orang berpikir kalau untuk mendapat penghasilan ya dengan cara dibayar atau digaji, dalam artian menjadi karyawan sebuah perusahaan. Tidak sedikit juga yang berpikiran cukup menjadi karyawan dengan gaji tetap dan jam kerja teratur.

Ini berbeda dengan pemikiran orang kaya. Mereka akan berkata sebaliknya, yakni biarkan uang yang bekerja untuk saya.

Faktanya, ada banyak orang kaya yang membangun kekayaan tidak dari menjadi karyawan. Kebanyakan dari mereka berasal dari kalangan wirusaha yang bekerja keras dan cerdas atau dari kelompok investor di pasar finansial.

“Bila uang bekerja untukmu, kamulah yang mengontrol atas uang tersebut. Sebaliknya bila kamu bekerja untuk mencari uang, kamu justru memberikan kekuasaan pada pemberi kerja kamu untuk mengendalikan,” demikian kata Kiyosaki.

2. “Saya tidak mampu membelinya”

Sikap pesimis seperti inilah yang tidak dimiliki orang kaya. Bukan berarti mereka tidak punya sikap pemahaman terhadap kapasitas diri.

Namun, kata Kiyosaki, orang kaya justru akan berpikir: “Bagaimana caranya agar saya bisa membelinya?” Terlihat jelas kan perbedaan pemikirannya? Yang satu berupa pernyataan, yang satu berupa pertanyaan.

Dijelaskan Kiyosaki, pernyataan pesimistis atau menyerah membuat pikiran kamu berhenti untuk berpikir dan mencari cara untuk membeli. Sebaliknya, bila kamu memompa diri dengan bertanya, otak akan terstimulasi untuk berpikir.

3. "Main aman saja, jangan ambil risiko"

Orang kaya akan berkata sebaliknya. Misalnya, " Ayo kita belajar mengatasi risiko".

Di benak mereka, kekayaan atau kesejahteraan tidak bisa dicapai dalam semalam. Semua harus dilalui dengan kerja keras dan kemampuan menerapkan strategi yang tepat.

Contoh termudah adalah investasi. Mau itu properti, emas, saham, obligasi ataupun reksadana, semua punya risiko dan strategi. Mereka percaya pada suatu saat nanti, investasi tersebut akan menghasilkan sesuatu yang lebih besar dari sekarang.

"Tidak berani mengambil risiko, tidak akan membawa kamu ke mana-mana. Tujuan untuk meraih kondisi finansial yang lebih ideal pun sulit tercapai," kata Kiyosaki.

Berani coba? Kalau penasaran, kamu bisa mencari tahu lebih dalam soal investasi dengan klik tautan berikut.