Tiga Persamaan Bill Gates dan Mark Zuckerberg

Ilustrasi
Ilustrasi

Apa yang kamu pikirkan begitu mendengar nama Bill Gates dan Mark Zuckerberg? Mendengar namanya saja otak kita langsung menggambarkan sosok kaya raya yang jenius memanfaatkan peluang usaha.

Kesuksesan mereka pun sudah menginspirasi banyak orang. Jadi ya tak heran bila banyak anak muda belajar darinya, terutama dalam mengejar kesuksesan.

Baik Gates maupun Zuckerberg, berkali-kali mengatakan bahwa kesuksesan tidak datang dalam semalam. Ada banyak proses yang harus dilalui dan semuanya bukanlah hal yang mudah.

Menurut Gates, ada banyak tantangan, mulai dari sumber daya manusia hingga modal. Lalu menurut Zuckerberg, salah memilih rekan pun bisa membuat bisnis menjadi gagal.

Hal ini pun pernah mereka alami juga lho. Maka dari itu, seorang pebisnis haruslah punya mental yang kuat.

Meski menjejaki jalan kesuksesan yang berbeda, ada persamaan perspektif dari keduanya. Menurut mereka, jangan menjadikan kesuksesan hanya sebatas mimpi.

Tidak ada yang tahu apakah kita bakal sukses atau tidak. Namun jika tidak berusaha untuk mewujudkannya, maka kita tidak akan tahu jawabannya.

Selain berusaha, ada tiga hal lagi yang sama-sama diyakini Gates dan Zuckerberg harus dimiliki seorang pebisnis. Apa saja sih? Yuk simak.

1. Jaga gairah dan semangat

Memulai bisnis memang butuh motivasi luar biasa. Maka, rintis bisnis yang memang benar-benar kamu sukai dan ingin lakukan. Gairah akan menjadi alasan ungu bangun tiap hari dan menghadapi tantangan.

Gairah dan semangat itu juga akan akan menjadi inspirasi bagi dirimu sendiri. Biasanya, hal tersebut juga akan menginspirasi orang lain, seperti pekerja, karyawan atau bahkan investor. Kedua, visualisasikan kesuksesan itu.

2. Visualkan Kesuksesan

Intinya adalah jangan hanya bermimpi untuk bisa menjadi sukses. Mulailah untuk memvisualisasikan kesuksesan itu sendiri. Hal ini akan membuatmu mampu mencurahkan segala ide dalam pikiran menjadi hal yang mampu dieksekusi.

Hasil dari visualisasi ini bisa berupa tujuan maupun strategi yang bisa dilakukan. Jadi, mulailah memikirkan hal apa saja yang bisa membuat bisnismu bisa menjadi besar. Misalnya, mulailah membuat simulasi berapa banyak pelanggan hingga bisa memenuhi target.

Kemudian, cara membuat pelanggan tertarik dengan produk atau jasa yang kamu sediakan. Jangan lupa, hitung pula kebutuhan modal dan cara tepat mendapatkannya. Perhitungan-perhitungan ini akan membantumu lebih tepat dalam melakukan eksekusi ide bisnis.

3. Siap untuk Hal Tak Terduga

Ini yang kerap diremehkan pebisnis. Mulailah membiasakan diri untuk membuat skenario kemungkinan-kemungkinan yang mungkin terjadi ketika kamu merintis bisnis. Langkah ini akan membantumu mencari jalan keluar untuk masalah paling rumit sekalipun.

Memang, tak mungkin berencana untuk tiap kemungkinan, namun ini akan menjadi tantangan tersendiri yang harus kamu biasakan. Kadang, hal tak terduga bisa menjadi hal-hal baik yang mampu mendorongmu ke arah yang lebih baik dan tak terpikirkan sebelumnya.

Misalnya, kamu dihadapkan pada kondisi bangkrut, karena selalu berpikir hal-hal di luar nalar, setidaknya kamu akan siap dan mampu bangkit lebih cepat dari perkiraan.