Tips Memilih Nama Brand yang Menarik

Ilustrasi
Ilustrasi

Selain bingung mau buka bisnis apa, biasanya orang juga bingung saat memilih nama untuk brand atau mereknya. Pasalnya nama brand atau toko itu diyakini punya pengaruh besar pada kesuksesan sebuah bisnis.

Menurut pakar branding dan penulis buku The Brand Gap, Marty Neumeier, nama yang bagus adalah investasi jangka panjang. Jadi jangan sembarangan memilih nama.

Pilihlah nama yang populer. Sebab nama yang populer biasanya mudah diingat oleh pembeli. Selain itu, penyebaran informasi dari mulut ke mulutnya juga lebih gampang. Setelah ada informasi dari mulut ke mulut tadi, biasanya orang yang penasaran akan melakukan pencarian di internet.

Nah, menurut Neumeier, nama brand yang mudah diingat dan populer akan cenderung lebih dikenali oleh algoritma Google. Jadi ketika ada orang mencari produk tertentu, ada potensi nama brand atau tokomu muncul. Dengan begitu, kamu bisa cepat menarik pelanggan baru dan bisnismu akan semakin sukses.

Bagaimana, siap mencari nama untuk brand atau tokomu? Biar cepat dapat inspirasi, simak dulu 9 tips untuk menemukan ide nama untuk brand.

1. Pilih Kosakata yang Terkait Produk

Pertama lihat produk kamu. Kemudian tak ada salahnya untuk ambil kamus dan membuat daftar kosakata yang menggambarkan produk.

Dari daftar tersebut, tentukan apakah kamu ingin pakai Bahasa Indonesia, bahasa daerah, bahasa asing, ataupun bahasa gaul. Beberapa orang kerap menggabungkan beberapa kata untuk nama brand. Ada juga yang menggunakan akronim dari kata-kata tertentu.

2. Pertimbangkan Pasar Kamu

Lihat dulu demografi dan karakter pasar yang kamu tuju. Jika pasarmu adalah anak muda, pilih kata atau gabungan kata yang sesuai. Nadanya bisa berupa kombinasi lucu, elegan, atau plesetan. Tapi ingat, upayakan untuk tetap nyambung sama produk ya.

3. Riset terhadap Pesaing

Temukan nama-nama brand atau toko yang ada di area incaranmu. Carilah brand yang produknya serupa denganmu. Perhatikan nama seperti apa yang mereka pilih. Bagaimana cara mereka memasarkannya? Siapa yang menjadi sasarannya?

4. Perhatikan Panjang Pendeknya

Jika ingin menggunakan lebih dari satu kata, perhatikan panjang pendeknya. Terlalu pendek bisa kurang berkesan, tapi kepanjangan bisa sulit diingat. Itulah kenapa gabungan kata yang kamu pilih harus selaras dan menggambarkan bisnis. Boleh pengulangan kata, tapi cari yang unik.

5. Periksa Ketersediaan Nama

Ini penting. Masukkan setiap nama brand yang sudah kamu buat ke kotak situs pencari, seperti Google. Jika nama tersebut sudah ada sebagai sebuah bisnis (terutama jika sudah terdaftar secara resmi atau sudah memiliki banyak pelanggan), berarti kamu tidak bisa menggunakannya. Gunakan sumber-sumber seperti situs hak paten, baik yang di Indonesia maupun luar negeri.

Setelah memilih ide nama, pertimbangkan untuk segera mematenkannya. Proses pendaftaran hak kekayaan intelektual kini semakin mudah karena dapat dilakukan secara online. Cek di https://dgip.go.id/formulir-terkait-permohonan-merek

6. Tes Dengar dengan Teman (Diskusi)

Jangan disimpan sendiri. Saat kamu menemukan pilihan nama, mintalah pendapat orang lain yang bisa kamu percaya terkait nama. Cari orang yang kira-kira memang menjadi target pasarmu. Tanyakan pendapatnya tentang bagaimana kedengarannya nama tersebut, dan kesan apa yang ditangkapnya saat mendengarnya

7. Cek di Media Sosial

Zaman sekarang, salah satu pemasaran yang menarik adalah di media sosial. Biasanya orang ingin nama brand-nya sama dengan nama akun media sosial brand. Jadi cek juga di media sosial, sudah apa apa belum nama brand pilihan kamu. Pertimbangkan juga dengan nama website dan semacamnya.

Itu tadi, 7 tips memilih nama brand atau toko yang menarik untuk bisnismu.

Branding

Selanjutnya, tinggal melakukan branding deh. Ingat ya, dalam kacamata marketing, brand atau merek dengan branding itu berbeda.

Brand sebatas identitas agar orang mudah mencari produkmu. Sedangkan branding, adalah kesan yang ingin diberikan pada pelanggan soal produkmu.

Branding itu mencakup banyak hal yang terkait promosi dan pemasaran. Nah, salah satu hal penting dalam branding adalah brand value.

Kenapa Harus Menetapkan Brand Value?

Singkatnya, brand value adalah kualitas dan nilai baik yang ingin disampaikan oleh sebuah brand kepada konsumen. Brand value berisi pesan dan karakter yang jadi visi dan misi bisnis kamu.

Kita pakai contoh ya. Misalnya Andi baru saja bayar tagihan listrik pakai aplikasi pembayaran perbankan. Nama produk, merek, brand-nya adalah BCA mobile. Maka saat orang tanya, “Andi kemarin kamu bayar listrik pakai apa yang lewat HP?” Maka Andi akan menjawab, “BCA mobile”. Itu brand.

Sementara branding adalah kesan yang ingin didapatkan dari pelanggan. Atau bisa juga branding adalah apa yang orang ingat dari brand kamu.

Misalnya, Andi menggunakan BCA mobile karena bisa melakukan segala aktivitas transaksi dari HP, misalnya seperti bayar tagihan, transfer, top up e-wallet, tarik tunai tanpa kartu ATM, dan masih banyak lagi. Nah itulah branding.

Artinya, Guys. Saat kamu memilih nama brand, pertimbangkan juga bagaimana strategi branding-nya ya. Sebab kesan dari pelanggan tadi, akan menjadi brand value yang menguatkan brand kamu.

Namun memang, dalam proses branding, kadang diperlukan perencanaan yang matang dan waktu yang cukup. Tak sedikit brand yang tak bisa bertahan lama dan sampai melakukan rebranding.

Misalnya Apple. Sebelumnya Apple bernama Apple Computer. Pada pertengahan 1990, penjualan dan laba Apple mengalami penurunan karena tidak mendapat perhatian pasar.

Namun, ketika Steve Jobs kembali ambil kendali pada 1997, citra Apple diubah jadi lebih identik dengan gaya hidup minimalis dan modern. Mereka melakukan rebranding dan menyajikan produk inovatif serta pembuatan iklan yang tidak ditujukan untuk penjualan, melainkan pengalaman konsumen. Berkat itu, Apple kini menjadi the world's first one trillion dollar company.

Itu tadi beberapa hal yang harus kamu perhatikan saat menentukan nama brand. Yuk realisasikan mimpimu jadi entrepreneur.