Tips Menjaring Pelanggan Di Era Digital

Kampanye digital
Kampanye digital

Dalam membesarkan bisnis baru, pemasaran sosial melalui media sosial barangkali bisa menjadi senjatamu. Tanpa mengeluarkan banyak dana pemasaran, kamu bisa meningkatkan pendapatan bisnis dalam waktu yang singkat.

Namun, pemasaran melalui media sosial juga dapat menjadi senjata makan tuan. Salah menulis tweet, seperti yang baru-baru ini terjadi pada CEO e-dagang, dapat berakibat fatal. Reputasi bisnis dan kepercayaan konsumen menjadi taruhannya.

Adakah aturan mengenai kampanye digital yang baik? Tentu saja tidak ada karena hal tersebut tergantung pada bisnis dan produk serta jasa yang ditawarkan. Brand Strategist, Ryan Erskine menyebutkan beberapa hal prinsip penting mengenai strategi kampanye digital untuk memenangkan hati calon konsumenmu dikutip Entrepeneur.

Berhenti mengirim Email Blast

Kamu barangkali sudah membuat draf yang sangat atraktif untuk dikirimkan melalui surel. Namun, sayangnya, surel tersebut hanya berakhir di tempat sampah. Rata-rata email, katanya, hanya akan diklik dan diperhatikan selama tiga detik. Apakah cukup mendapatkan perhatian calon konsumenmu dalam tiga detik saja?

Oleh karena itu, Ryan menyarankanmu untuk mengirimkan semacam gliter. Gliter atau sesuatu yang berkilauan adalah metode kampanye digital yang tidak membosankan. Calon konsumenmu justru akan gembira menerima gliter tersebut. Karena gembira, kamu akan lebih mudah membuat mereka memperhatikan produk atau jasamu.

Jangan hanya mengandalkan sosial media

Delapan puluh persen bisnis skala mikro dan kecil menggunakan sosial media sebagai kampanye pemasaran. Memang benar. Namun, kamu juga harus tahu bahwa 80% usaha UKM gagal setelah 18 bulan operasional.

Internet kadang bisa menghancurkan usahamu yang baru tumbuh. Karena itu, kadang, kamu bisa menghindari sama sekali kampanye pemasaran melalui media sosial. Masih ragu meniggalkannya? Ingat bahwa jejaring sosial peuh dengan bot, spam dan fake follower (pengikut palsu). Tentu saja kamu tidak akan bisa mengubah hal tersbeut menjadi konsumen yang akan membayar produkmu tersebut bukan?

Tidak memperhatikan hasil pencarian mesin pencari

Kamu tahu bukan, 97% konsumen mendapatkan referensi produk melalui mesin pencari (search engines) seperti Google? Bila kamu tidak mengindahkan hasil Google atau tidak tahu bagaimana cara Google dalam melakukan melakukan pemeringkatan, bagaimana orang akan tahu mengenai bisnismu? Pastikan kamu telah menambahkan informasi yang lengkap tentang bisnis dan produk atau jasamu. Setelah itu, usahakan agar produkmu mudah dicari dalam mesin pencari.

Buatlah iklan yang sederhana dan tidak melukai

Setiap pagi, hal apa saja yang kamu lakukan? Mengecek smartphone dulu sebelum melakukan banyak hal rutin lain bukan? Kamu bahkan menghabiskan waktu yang lebih banyak untuk mengecek surel di pagi hari dibandingkan dengan sarapan.

Rata-rata orang menghabiskan delapan jam dan 41 menit sehari untuk mengakses perangkat elektroniknya. Hasil penelitian ini menyebutkan betapa mata calon konsumen kita bisa dengan mudah sakit. Mereka juga lebih mudah terkena depresi dan stres karena kebanyakan melihat chart.

Karena itu, usahakan agar iklan yang kamu buat tidak tambah melukainya. Misalnya kamu ingin agar konsumenmu berbelanja melalui laman atau media sosialmu. Namun, jangan buat mereka menghabiskan lebih banyak waktu untuk surfing atau browsing ke berbagai situs lain yang akan membahayakan kesehatan mereka.

Hal ini seperti langkah yang dilakukan dalam menggelar corporate social responsibility (CSR). Kamu tetap bisa menambah penjualan bagi bisnismu tanpa harus merusak masyarakat.