Tips Saat Restoran Kamu Sepi karena Pandemi

Ilustrasi
Ilustrasi

Sebagai pelaku usaha, apa yang ada di benak kamu saat ada penelitian yang mengatakan bahwa 80 persen pelanggan masih takut untuk makan di restoran? Sedih? Marah? Takut? Tetap semangat?

Ada sebuah penelitian atau survei yang dilakukan di Amerika Serikat. Dilansir Mckinsey, sebelum gelombang COVID-19 datang pun, banyak restoran di sana yang sudah dalam keadaan berjuang dan bertahan.

Beberapa dari mereka bahkan tidak punya rencana jangka panjang. Dan saat mereka tengah berupaya membangun pondasi, COVID-19 malah datang dan kian membuyarkan semangat.

Lalu apa yang mereka lakukan? Strategi apa yang mereka ambil untuk sekadar bertahan sampai menunggu gelombang pandemi berakhir? Jawabannya beragam.

Pada dasarnya mereka sudah berusaha mencoba beradaptasi. Namun ada juga yang tetap memilih menutup restorannya hingga kondisi membaik. Sementara beberapa yang lain memaksakan tetap buka dengan menerapkan protokol keamanan.

Namun apa daya. Masyarakat rupanya masih ada yang khawatir untuk kembali makan di restoran, kafe, dan semacamnya. Terlebih untuk tempat makan yang berkonsep tertutup.

Hal ini jelas memberi pukulan berikutnya untuk pebisnis restoran dan sejenisnya yang hanya menyediakan layanan dine in alias makan di tempat.

Lantas apa yang dapat mereka lakukan? Dan apa yang dapat kita ambil sebagai contoh dari strategi mereka? Jawabannya adalah meningkatkan kualitas takeaway dan delivery.

Ini dia. Beberapa pemilik restoran pun mulai fokus pada layanan takeaway dan delivery. Caranya macam-macam. Simak yuk.

1. Kompetisi Foto Penyajian Makanan

Kami dapat mengadakan kompetisi foto penyajian makanan terbaik dari para pelanggan di rumahnya masing-masing. Dengan begitu, kamu bisa meningkatkan “presentasi makanan” dan memberikan impression yang baik untuk pelanggan.

2. Kartu Ucapan

Kamu dapat menunjukkan kepedulian kepada pelanggan dengan memberikan kartu ucapan atau tulisan pada kemasan pesanannya. Ucapan ini bisa ucapan terima kasih atas kesetiaan mereka pada restorannya. Terlebih dalam situasi yang sulit seperti sekarang.

Kamu juga bisa memasukkan tips ke mereka untuk mencuci tangan sebelum menikmati makanan yang dipesan. Selain itu, kamu juga bisa memuat informasi mengenai produkmu di kartu tersebut.

3. Kemudahan Pesanan

Mudahkan pelanggan untuk memesan menu restoran atau kafemu. Baiknya memang memiliki web sendiri. Namun jika belum ada, paling tidak restoranmu harus mudah ditemui di media sosial seperti Instagram. Izinkan pelangganmu untuk memesan melalui WhatsApp dan telepon. Mudahnya lagi, daftarkan restoranmu di aplikasi pesan dan antar makanan seperti GoFood atau GrabFood.

4. Packaging yang Menarik

Dengan packaging yang aman dan menarik, pelanggan akan lebih menaruh kesan baik pada restoranmu. Selain itu, jasa pengantar atau kurir yang membawanya juga jadi lebih nyaman sehingga kualitas pesanan ikut terjaga.

5. Pembayaran Antiribet

Saat memutuskan membuka layanan takeaway dan delivery, maka layanan pembayaran yang mudah harus kamu utamakan. Kamu bisa memberikan layanan menerima pembayaran dengan transfer, virtual account, uang elektronik, ataupun QR Code.

Metode pembayaran dengan QR Code sendiri sedang digemari di kalangan masyarakat. Pasalnya pemilik restoran tinggal mengirimkan foto QR Code yang dicetak dari EDC, kemudian pelanggan tinggal scan QR dari rumah. Hal ini memudahkan karena pelanggan tidak perlu lagi memasukkan nomor rekening, virtual account restoran.

Untuk dapat melakukannya, miliki EDC BCA yang dapat mencetak struk QR Code Standard Indonesia (QRIS). Penjualanmu meningkat, bisnismu lancar.

Ini cara mendapatkan EDC BCA.

Itu tadi lima hal yang bisa kamu lakukan untuk meningkatkan layanan takeaway dan delivery. Layanan ini memang sudah jadi sebuah urgensi ketika banyak orang masih belum berani untuk ke restoran.

Yuk, layani mereka yang di rumah dari restoranmu.