Trik Memikat Perhatian Konsumen Milenial saat Jualan

Tips memikat konsumen milenial
Tips memikat konsumen milenial

Generasi milenial dianggap sebagai generasi yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Dalam hal pembelian misalnya, generasi ini tidak terlalu menyukai cara penjualan langsung. Mereka lebih suka cara penjualan yang bertutur dan bercerita.

Karena milenial semakin banyak dan menguasai pasar, memenangkan hati milenial dalam strategi pemasaran adalah hal wajib. Founder dan CEO Oxygenmat Abdullahi Muhammed memberikan beberapa tips menjual efektif seperti dikutip Entrepeneur.

Cara milenial berkomunikasi

Menjual produk dengan senyum lebar dan slogan standar menjadi hal usang bagi milenial. Apalagi, menurut riset, milenial lebih banyak membeli sesuatu karena rekomendasi seseorang yang dekat dengannya, seperti keluarga atau teman. Karena itu, agar dapat berkomunikasi dengan efektif, sebaiknya kamu mempertimbangkan berkomunikasi melalui Whatsapp, website, email, sosial media, telepon, atau interaksi langsung.

Menawarkan bantuan dan solusi dibandingkan penawaran produk

Milenial biasanya akan meluangkan waktu dan sumber daya yang mereka punya sebelum memutuskan membeli sesuatu. Produkmu juga akan dinilai dengan detail. Mereka akan membandingkan semua posting-an kamu di media sosial dan membaca beragam komentar dari pelanggan lain. Mereka juga bukan tipe pelanggan loyal yang bisa saja beralih dari satu merek ke merek lain.

Fokuslah pada bagaimana caramu melakukan edukasi mengenai produk atau jasamu. Hilangkan egomu dan dekati mereka dengan pendekatan berbasis solusi untuk menyelesaikan masalahnya.

Gabung dengan pendekatan emosi

Milenial juga ternyata peduli dengan lingkungan sekitar atau orang lain dibandingkan generasi sebelumnya. Mereka misalnya menaruh perhatian lebih pada isu kesetaraan gender, kesetaraan hukum, akses pendidikan dan kesehatan untuk memperbaiki tingkat kesejahteraan masyarakat, perubahan iklim dan lainnya. Karena itu, promosikan produku dengan cermat dan cerdas.

Kamu bisa menggunakan langkah storytelling. Jangan pernah ragu untuk memasukkan unsur perasaan agar pesanmu lebih masuk. Kamu juga bisa memilih satu tujuan yang ingin dicapai dan konsekuen dengan upaya untuk mencapainya.

Transparan

Penelitian Label Insight menyebut 94% responden mengaku akan lebih loyal terhadap suatu merek bila mereka melakukan promosi dengan transparan. Kamu harus tahu bahwa semua orang terlalu lelah dengan janji-janji yang ditawarkan dalam sebuah kampanye produk. Karena itu, mereka lebih menghargai sebuah produk yang menawarkannya dengan transparan. Mereka ternyata juga tidak keberatan bila harus membayar dengan lebih mahal untuk produk yang menawarkan solusi dan transparansi.

Pastikan kampanye produk dengan ringkas dan manis

Milenial menggunakan gawai digitalnya untuk berbagai keperluan. Dari karier, bisnis, berkomunikasi, memesan makanan, mencatat pekerjaan, dan lainnya. Karena itu, gawai mereka akan dipenuhi dengan berbagai notifikasi, updates, dan lainnya. Pastikan kamu mengomunikasikan pesan mengenai produk atau jasamu dengan bahasa yang simpel dan sederhana.