2 Produk Ini Ternyata Paling Banyak Menyedot Pengeluaran Remaja

Shopping.
Shopping.

Remaja yang merupakan generasi Z dengan rata-rata usia 16 tahun, punya kecenderungan boros dalam pengeluaran yang tidak produktif. Menukil CNBC, remaja di Amerika Serikat bisa menghabiskan USD2.600 (sekitar Rp36.816.000) setiap tahun hanya untuk makanan dan pakaian.

Survei Piper Jaffray, sebuah perusahaan multinasional di Amerika, menemukan bahwa remaja di sana punya kebiasaan menyambangi tempat-tempat pakaian favorit, seperti Lululemon, Ulta, Amazon dan Vans, dan tempat makanan siap saji seperti Chick-fil-A dan Chipotle.

Piper Jaffray bertanya kepada 8.000 remaja dengan usia rata-rata 16 tahun seputar besaran uang yang dihabiskan dengan pembagian gender 54% responden laki-laki dan 46% perempuan.

Hasilnya, Piper Jaffray menemukan 83 persen remaja Amerika memiliki perangkat iPhone. Artinya, sebagian besar dari mereka berbelanja langsung dari ponsel pintar. Bila responden laki-laki lebih banyak menghabiskan uang untuk makanan, perempuan justru membelanjakan untuk pakaian. Pola mereka berbelanja juga bukan dengan mengunjungi toko konvensional, melainkan dari situs belanja.

Secara keseluruhan, merek pakaian favorit di kalangan remaja Amerika mulai dari Nike, diikuti oleh American Eagle, Adidas, Forever 21, Hollister, PacSun, Urban Outfitters, Lululemon, Victoria's Secret, dan H&M.

Untuk jajaran sepatu, Vans menjadi jenama paling diincar untuk jenis sepatu kets (sneakers) dengan pangsa pasar 20 persen. Sementara, 41 persen remaja tetap memilih Nike sebagai sneakers terfavorit untuk dibelanjakan.

Dari temuan yang dipaparkan Piper Jaffray, rata-rata remaja Amerika yang gemar belanja makanan dan pakaian tersebut adalah dari kalangan berpenghasilan tinggi. Meski demikian, mereka justru tidak terlalu mementingkan jenama top seperti Under Armour, Gap, Justice, dan Aeropostale. Berbeda dengan remaja Indonesia, perangkat olahraga dan fashion di atas, justru lebih laris dibanding merek lokal baru.