5 Hal yang Menentukan Limit Kartu Kredit

Ada sejumlah pertimbangan yang menentukan jumlah limit kartu kredit seseorang
Ada sejumlah pertimbangan yang menentukan jumlah limit kartu kredit seseorang

Kenapa sih harus ada limit kartu kredit? Kenapa enggak unlimited aja?

Bagi sebagian pengguna, limit kartu kredit memang kadang jadi hambatan karena membuat transaksi belanja jadi terbatas. Tapi bagi sebagian lainnya, limit justru membantu mereka untuk tetap bisa mengontrol pengeluaran.

Limit sebenarnya bisa “dilanggar”. Kamu bisa memaksakan bertransaksi melewati limit atau yang biasa disebut over limit. Tapi, hal ini enggak gratis karena ada biaya yang besarannya tergantung kebijakan pihak penerbit kartu kredit.

Itulah mengapa pengguna diimbau untuk tidak bertransaksi melewati limitnya. Selain demi tidak kebablasan belanja, juga agar tidak terkena biaya over limit.

Nah, menentukan limit memang sepenuhnya ditentukan oleh penyedia kartu, misalnya bank. Tapi bank tidak sembarangan memberikan limit untuk nasabahnya. Ada beberapa hal yang jadi bahan pertimbangan.

1. Pendapatan

Beberapa bank memberikan limit kartu sebesar tiga kali pendapatan bulanannya. Pendapatan ini bisa berdasarkan gaji bulanan ataupun pendapatan usaha.

2. Total utang

Namun, bank juga akan melihat apakah nasabah punya utang atau tidak. Jika bebas utang, kemungkinan limit akan besar. Tapi jika ada utang atau cicilan yang dianggap bisa membebani, kemungkinan bank akan mempertimbangkannya lagi dengan indikator lainnya.

3. Domisili

Lama tidaknya nasabah tinggal di suatu tempat tertentu ternyata juga menentukan. Jika kamu termasuk orang yang sering pindah-pindah domisili, kemungkinan bank akan memberikan limit yang kecil. Hal ini untuk meminimalisir risiko apabila kamu menunggak pembayaran dan sulit dihubungi.

4. Jumlah Kartu Kredit

Biasanya semakin banyak memiliki kartu kredit, limitnya akan kecil. Bank Indonesia (BI) pun telah membatasi kepemilikan kartu kredit berdasarkan pendapatannya.

Misalnya mereka yang pendapatannya antara Rp3-Rp10 juta, maksimum hanya punya dua kartu kredit. Hal ini agar nasabah tidak terbebani kewajiban bayar tagihan kartu kredit berlebihan.

5. Kepemilikan Rumah

Meski ada tidaknya cicilan KPR juga jadi pertimbangan, namun bank juga akan mempertimbangkan apakah kamu tinggal di rumah sendiri atau masih ngontrak/ngekos. Hal ini juga demi mengurangi risiko beban yang bisa terjadi.

Nah, itu dia 5 hal yang jadi pertimbangan bank untuk menentukan limit kartu kredit seseorang. Jadi sekarang sudah paham ya mengapa bank memberikan limit kartu kredit sebesar yang kamu terima sekarang.

Jika kamu merasa layak secara keuangan dan berpikir sudah waktunya menaikkan limit kartu kredit, cobalah untuk mengajukannya pada bank. Namun tentunya bank juga tidak sembarangan memenuhi permintaan kenaikan limit.

Untuk lebih jelasnya, kamu bisa baca artikel Smart-Money.co tentang Cara Menaikkan Limit Kartu Kredit di sini.

Yuk meluncur.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.