5 Penelitian Soal Dampak Main Ponsel Malam-malam

Kebiasaan main HP sampai malam yang sulit hilang.
Kebiasaan main HP sampai malam yang sulit hilang.

Menghitung domba rupanya sudah tak lagi populer di zaman sekarang. Sebab saat malam hari tiba—dan raga siap-siap beristirahat, jempol rupanya masih saja sulit untuk lepas dari ponsel.

Main ponsel malam-malam malahan seakan jadi kebiasaan banyak orang yang sulit dilepaskan. Menurut mereka, belum afdol rasanya bila belum berselancar cantik di jagat media sosial. Lantaran seharian sudah bekerja, maka malam dipilih jadi waktu yang pas untuk melihat perkembangan para pengguna medsos yang diikuti.

Pertanyaannya, bagus enggak sih main ponsel jelang tidur? Kenapa banyak orangtua bersikeras melarang anaknya main ponsel sampai malam?

Nah, untuk mendapatkan jawabannya, ternyata sudah banyak penelitian mengenai main ponsel sampai malam. Kita simak yuk apa saja sih hasil penelitiannya.

1. Insomnia

Ada sebuah penelitian dari International Journal of Environment Research and Public Health yang mengatakan berlama-lama di depan ponsel ternyata dapat meningkatkan risiko terserang imsomnia. Artinya bukannya tidur, main ponsel sampai malam malah membuatmu susah tidur.

Insomnia ini disebabkan karena blue light alias cahaya biru pada ponsel yang memicu pelepasan hormon melatonin. Hormon ini menyebabkan gangguan jam internal alami tubuh terkait kapan waktu tidur dan bangun. Efek ini akan semakin terasa jika kamu menggunakan ponsel secara berlebihan di malam hari.

2. Bipolar

Dikutip dari independent.co.uk, sebuah penelitian dari seorang profesor di The University of Glasgow mengatakan bahwa 11 persen respondennya mengalami bipolar melihat media sosial hingga larut malam. Sedangkan 6% lebih sedang berjuang melawan depresi.

3. Kurang Bahagia dan Kesepian

Dalam webinar yang diadakan Psylution bertajuk Remaja dan Media Sosial, penelitian yang dilakukan Dosen Fakultas Psikologi Atma Jaya, Debri Pristinella mengatakan mengonsumsi media sosial melebihi batas dapat berdampak pada tingkat kebahagiaan seseorang.

Hal ini dipicu karena banyaknya pemberitaan buruk yang beredar di medsos dan ia konsumsi terlalu banyak. Akibatnya ia mengalami kebahagiaan yang lebih rendah dan tingkat kesepian yang tinggi.

4. Jam Aktif Terbalik

Sebuah penelitian yang ada di National Library of Medicine mengatakan main ponsel malam-malam dapat mengubah pola tidur—yang akhirnya berdampak pada kesehatan. Penelitian dari Yu dan kawan-kawan tersebut menggunakan percepatan kerja pergelangan tangan untuk mengukur ritme sirkadian atau ritme alami tubuh. Selain itu, dilakukan juga pemeriksaan cross-sectional untuk mengukur kesejahteraan psikologis.

Hasilnya, mereka menemukan sekitar 1 dari 25 orang memiliki kebiasaan aktivitas yang tidak biasa. Mereka jadi tidak terlalu aktif pada siang hari daripada malam hari dan mempunyai risiko kegemukan.

5. Meningkatkan Risiko Kardiovaskuler

Hal ini sudah umum dan banyak terjadi di Indonesia. Main ponsel hingga larut membuat kualitas tidur jadi tidak baik. Akibatnya dapat menyebabkan gangguan pada kinerja jantung.

Selain itu, penelitian terbaru oleh Dr. Patricia Wong menunjukkan hal ini juga meningkatkan kadar lemak dalam darah. Hal ini meningkatkan risiko penyumbatan pembuluh darah dan tekanan darah tinggi, sehingga lebih rentan terhadap berbagai penyakit kardiovaskuler.

Itu tadi 5 Penelitian terkait dampak main ponsel hingga larut malam. Daripada uang habis untuk berobat, bukankah lebih baik kita simpan saja dulu ponsel dan gawai lainnya jelang tidur?

Yuk ubah pola hidup kita jadi pola hidup sehat. Konsumsi makanan bergizi dan istirahat yang cukup. Ingat sekarang sedang pandemi COVID-19 dan menuntuk kita untuk terus berada dalam kondisi prima.

Biar lebih tenang, proteksi diri kamu dengan PRIMA (Proteksi Penyakit Kritis Maksima). Produk asuransi jiwa ini memberikan kepastian 100 persen Uang Pertanggungan ketika terjadi risiko Penyakit Kritis atau meninggal.

Asyiknya, cuma dengan membayar premi selama 10 atau 20 tahun, kita terlindungi hingga usia 99 tahun. Manfaat perlindungannya mencakup 60 penyakit kritis, lho.

Yuk kenalan sama PRIMA di sini.