5 Pertimbangan Sebelum Beri Pinjaman Uang ke Teman

Tak jarang teman yang pinjam uang justru punya gaya hidup yang lebih mewah dari yang meminjamkan uang.
Tak jarang teman yang pinjam uang justru punya gaya hidup yang lebih mewah dari yang meminjamkan uang.

Salah satu dilema teramat berat yang banyak dirasakan orang adalah saat ingin menagih utang pada teman sendiri. Selain ada rasa tidak enak, kadang teman yang berutang justru menganggap remeh utangnya.

Malahan tidak jarang juga teman yang meminjam uang, hidupnya justru tampak mewah. Hal ini tentu menimbulkan keresahan tersendiri bagi kita, bukan?

Ambil contoh si A meminjam uang pada si B. Si B kemudian ingin menagih utang pada si A karena sudah melewati batas waktu pinjaman yang dijanjikan. Namun si A berkelit tidak punya uang untuk membayar utangnya. Si B pun maklum dan memberinya tambahan waktu.

Sayangnya, tidak lama setelah itu si A justru mengunggah foto habis beli HP baru di media sosial. Si B pun kesal karena si A berbohong soal tak punya uang. Padahal layar HP si B sendiri bahkan sudah retak dan ia belum bisa beli HP baru.

Hal ini bisa jadi pelajaran untuk kita untuk selektif saat memberi pinjaman uang ke teman. Menurut J.D. Roth, penulis buku Your Money: The Missing Manual, setidaknya sebelum memberi pinjaman uang ke teman, ada beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan. Apa saja?

1. Adakah pilihan lain selain pinjam uang?

Cobalah untuk berdiskusi soal cara lain untuk menyelesaikan masalah keuangan temanmu itu. Bisa jadi uang memang bukan solusi satu-satunya.

2. Siapkah kamu untuk ikhlas?

Pinjamkan uang sejumlah yang bisa kamu tolerir jika akhirnya tak bisa dibayar. Anggap saja kamu memang memberinya. Hal ini memang berat, tapi itulah mengapa kamu perlu menentukan batas jumlah pinjaman sewajar mungkin.

3. Setujukah temanmu dengan pola pengembalian?

Jelaskan pola pembayarannya pada temanmu. Buat rencana skema pembayaran utang, termasuk tanggal pelunasannya.

4. Bersediakah ada hitam di atas putih?

Jika pinjamannya dalam jumlah besar, tak masalah untuk membuat perjanjian hitam di atas putih dengannya. Perjanjian ini setidaknya dapat bersifat mengikat jika terjadi hal yang tidak diinginkan.

5. Perlukah ada jaminan?

Jika pinjaman dalam jumlah besar, kamu perlu membahas langkah-langkah jika dia akhirnya tak dapat membayar utangnya, misalnya dengan jaminan tertentu. Bersiaplah pada segala risiko yang kemungkinan akan muncul tersebut. Namun setidaknya biarkan temanmu melakukan apa yang harus dilakukannya. Misalnya termasuk saat ia terpaksa menjual barang-barangnya.

Itulah tadi 5 pertimbangan yang perlu kamu lakukan sebelum memberi pinjaman uang pada teman. Menagih utang pada teman memang berat. Maka dari itu, seperti kata J.D. Roth, jika kamu merasa tidak mampu menagihnya, maka hindarilah meminjamkan uang pada teman.

Kalau kamu bagaimana? Pernah punya pengalaman serupa?

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.