5 Perubahan Perilaku Konsumen karena Pandemi COVID-19

Ilustrasi
Ilustrasi

Tak terasa 4 bulan sudah virus SARS COV2 penyebab COVID-19 menyerang dunia. Tanpa disadari, banyak hal berubah, termasuk perilaku dan gaya hidup masyarakat.

Perubahan ini terlihat dari hasil riset yang pernah dirilis Nielsen belum lama ini. Katanya sih, banyak yang berubah semenjak kita diimbau tidak keluar rumah demi memutus rantai penyebaran COVID-19.

Apa saja sih yang berubah? Apa kamu merasakannya? Cek satu-satu yuk.

1. Lebih Sering Belanja Online

Kalau ini pasti kamu mengalaminya juga. Imbauan untuk #diRumahAja membuat masyarakat mengandalkan delivery order baik untuk makanan maupun kebutuhan lainnya.

Sejalan dengan itu, kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) juga melarang ojek online mengangkut penumpang. Mereka hanya boleh membawa barang atau makanan.

Ditambah lagi, sejumlah mal juga ditutup. Banyak restoran juga menutup layanan makan di tempat dan hanya melayani delivery. Hal-hal inilah yang kemudian membuat 30 persen konsumen lebih sering belanja online.

2. Kembali Nonton TV

Masih ingat kata-kata orang yang bilang: “Saya sudah lama enggak nonton TV. Ada acara apa saja sih? Serial Oshin masih ada?”

Nah, orang-orang itu sekarang kembali nonton TV. Data Nielsen menunjukkan kepemirsaan televisi mencatat peningkatan rating dari 2,6% pada 8 Maret 2020 menjadi 13,6% pada 15 Maret 2020.

Memang sih, peningkatan rating tertinggi terjadi pada segmen pemirsa yang berusia lebih muda yaitu 5-9 tahun yang meningkat 23 %. Sementara segmen pemirsa usia 15-19 tahun meningkat 22%. Hal ini tak lepas dari diliburkannya sekolah.

3. Lebih Sering Masak

Sering memesan makanan online tentunya bikin dompet jebol juga ya. Itulah kenapa banyak konsumen yang lebih sering masak sendiri.

Mereka mulai berburu resep masak di internet. Hal ini pun mengubah citra milenial yang disebut generasi tak bisa masak.

Gara-gara perubahan ini juga, terjadi kenaikan penjualan bahan pokok macam telur sebesar 26%, daging 19%, daging ayam 25%, serta buah dan sayur yang meningkat 8%.

4. Lebih Peduli Kesehatan

Tingginya peningkatan jumlah pasien positif membuat konsumen jadi makin peduli dengan kesehatan dan kebersihan. Kurang lebih sebanyak 44 persen konsumen mengaku jadi lebih sering membeli produk kesehatan.

Malahan 37% konsumen juga mulai rajin mengonsumsi minuman bervitamin. Pantas saja vitamin jadi makin langka ya.

5. Nonton atau Baca Berita

Kalau sebelumnya milenial mungkin malas nonton berita, sekarang 80% dari mereka jadi lebih kepo pada berita terkait korona di media sosial. Malahan 77% konsumen selalu menantikan berita terkait korona di TV dan 56% dari mereka sampai mencari detail dan kelanjutannya di media online.

Itu tadi 5 perubahan paling signifikan dari konsumen sejak pandemi COVID-19. Bagaimana dengan kamu? Merasa ada perubahan besar?

Yuk #diRumahAja. Sekarang enak kok, banyak hal yang bisa kita lakukan lewat handphone. Apalagi dengan adanya aplikasi BCA mobile.

Aplikasi ini banyak dipilih milenial karena kemampuannya mengatasi urusan transaksi segala hal. Bayar tagihan, transfer, beli kuota, top up GoPay, LinkAja, Sakuku, Shopee Pay, dan banyak lagi.

Cek di sini untuk lihat apa yang bisa dilakukan BCA mobile saat kamu di rumah.