56 Persen Penyebab Insomnia karena Masalah Keuangan

Enggak bisa makan, enggak enak, apalagi enggak bisa tidur
Enggak bisa makan, enggak enak, apalagi enggak bisa tidur

Hidup di kota metropolitan seperti Jakarta, insomnia sudah seperti kegiatan mingguan. Bahkan, mungkin saja harian bagi sebagian orang. Penyebabnya, apalagi kalau bukan stres karena ritme kerja cepat dan beban kerja berat, plus kemacetan.

Di Amerika Serikat, insomnia ini juga menjadi momok. Dari hasil riset Bankrate pada pertengahan 2019, 78% warga Amerika serikat mengalami susah tidur. Penyebabnya bervariasi, mulai karena pekerjaan, keuangan, rumah tangga, dan lain sebagainya.

Nah, penyebab insomnia ternyata paling banyak karena masalah keuangan. Jumlahnya mencapai 56%. Dari jumlah tersebut, Gen X paling banyak susah tidur karena urusan keuangan dengan jumlah 64%. Nomor dua ditempati generasi milenial dengan persentase 58%.

Di Indonesia, pada 2018, jumlah penduduk yang tak bisa tidur mencapai 28 juta orang. Artinya, 10% penduduk Indonesia pernah mengalami gangguan susah tidur. Banyak juga ya.

Insomnia ini tentu tidak bagus bagi kesehatan. Selain itu, kinerja dan produktivitas keesokan hari bakal terganggu karena kurang istirahat.

Nah, sebenarnya bagaimana sih mengatasi penyakit susah tidur ini?

Kamu bisa mengatasi insomnia dengan membaca buku sebelum tidur. Loh, kok bisa membaca buku bisa mengatasi susah tidur?

Begini rahasianya. Menurut penelitian Universitas Sussex, membaca buku favorit sebelum tidur ini bisa menurunkan level stres hingga 68%. Bahkan, cara ini lebih mujarab menurunkan level stres dibandingkan ritual malam lain, seperti menyesap teh atau mendengarkan musik.

Dr. Lewis, peneliti dari Universitas Sussex, menyebut cuma membaca selama 6 menit sebelum tidur sudah bisa membuat otak dan pikiran rileks. Dengan kata lain, membaca buku akan membantumu untuk cepat mengantuk dan tertidur pulas.

Untuk lebih mempercepat lagi, kamu bisa bikin suasana kamar senyaman mungkin sebelum membaca buku. Misalnya saja, set suhu ruangan atau kamar antara 16-20 derajat Celcius, siapkan teh hangat dan selimut nyaman, pasang lampu baca di sebelah kasur, lalu ambil buku menarik untuk dibaca. Dijamin dalam 6-10 menit, kamu pasti mulai mengantuk.

Selain mampu mengurangi insomnia, membaca buku sebelum tidur juga punya manfaat lain. Di antaranya, mempertajam ingatan, meningkatkan fungsi otak, mencegah kepikunan dini, dan tentu saja menambah wawasan.

Membaca sebelum tidur ini bahkan sangat disarankan oleh Warren Buffett—kakek terkaya di dunia—untuk bisa mencapai kesuksesan. Banyak banget ya ternyata manfaat membaca sebelum tidur.

Nah, sebentar lagi ada pameran buku paling goks di Jakarta. Namanya Big Bad Wolf. Pameran ini diselenggarakan pada 6-16 Maret 2020 di ICE BSD HALL 6-10. Kamu bisa hunting buku-buku menarik di sana untuk menemani tidur.

Jangan lupa bawa Debit BCA, Kartu Kredit BCA, dan Flazz karena banyak promo menarik yang bisa kamu dapatkan. Mulai dari cashback 20%, tambahan diskon 5%, hingga diskon 40% di gerai makanan dan minuman.

Kamu bisa mengklik tautan ini untuk melihat info lengkapnya.