7 Pengeluaran Kecil yang Sering Diabaikan Padahal Punya Manfaat Besar

Ilustrasi
Ilustrasi

Pernah dengar istilah latte factor? Istilah yang dicetuskan David Bach ini mengarah pada kebiasaan seseorang yang sering mengabaikan pengeluaran kecil secara rutin.

Bach dalam bukunya yang berjudul Finish Rich mengatakan jika kebiasaan ini bisa dikurangi, uangnya ternyata memiliki manfaat yang sangat besar.

Sebaliknya, jika kebiasaan ini tak segera diatasi, akan mengganggu tujuan keuangan yang hendak dicapai dan akhirnya masa depan sulit diwujudkan.

Lalu apa saja sih pengeluaran kecil yang kerap kita abaikan? Berikut beberapa contohnya:

1. Mengabaikan Ongkos Kirim

Meski hanya ribuan, belasan, atau puluhan ribu, namun jika dilakukan secara terus-menerus tentu membuat pengeluaran kamu berat di ongkos kirim. Cobalah untuk lebih selektif memilih e-commerce yang memberikan potongan harga untuk ongkos kirim. Terlebih jika ada promo bebas ongkir, manfaatkan!

2. Beli Barang-barang Lucu, Padahal Tidak Perlu

Cuma karena lucu, tapi tetap kamu beli? Padahal kamu tahu barang itu sebenarnya tidak perlu-perlu amat.

Barang-barang seperti ini biasanya berasal dari luar negeri. Ongkos kirimnya terkadang cukup besar. Maka dari itu pertimbangkanlah secara matang sebelum membelinya, kecuali jika kamu memang menginginkannya.

3. Ekstra A,B,C Saat Pesan Makan

"Cuma tambah Rp10 ribu bisa dapat french fries" begitu kira-kira godaan yang sering datang saat pesan makanan.

Tanpa kamu sadari menerima tawaran tersebut bila dilakukan terus-menerus sebenarnya sama saja menambah pengeluaran kamu. Kamu sebenarnya sudah cukup dengan nasi dan ayam, tapi karena bisa dapat kentang dengan harga yang lebih murah, kamu malah terjebak pada ekstra pengeluaran.

4. Pilih Ukuran Large Padahal Jarang Habis

Saat jajan minuman, mengapa harus pilih yang large kalau pada kenyataannya kamu sering gagal menghabiskan minuman tersebut? Cobalah lebih bijak dalam memilih porsi, sebab selisih harganya bisa kamu manfaatkan untuk hal lain.

5. Sering Top Up

Top up dompet digital ada yang berbayar ada yang tidak. Mengapa harus cuek dengan pengeluaran Rp1.000 rupiah untuk selalu top up di saat mau transaksi? Alokasikan kebutuhan pengeluaran kamu yang menggunakan dompet digital sejak awal. Sehingga kamu tidak perlu berkali-kali top up.

6. Mengabaikan Kembalian

Kamu sering belanja dengan uang tunai, tapi acuh sama kembalian? Ayolah, mengapa tidak bertransaksi nontunai saja? Dengan begitu kamu bisa terbebas dari uang kembalian dan lebih simpel mengatur uang.

7. Transfer Antar Bank

Rata-rata teman kamu punya rekening bank tertentu? Daripada merelakan biaya admin transfer antar bank sebesar Rp6.500 tiap transaksi, buka rekening baru saja. Sekarang buka rekening baru bisa lewat HP kok.

Misalnya buka rekening BCA. Kamu tinggal unduh BCA mobile dari Play Store atau App Store, pilih Buka Rekening Baru, lalu ikuti prosesnya. Setelah melakukan setoran awal, rekening BCA kamu dapat langsung kamu gunakan.

Mudah, kan? Klik di sini untuk panduan Buka Rekening BCA Online.

Demikian tadi 7 contoh pengeluaran kecil yang kerap kita abaikan karena dianggap tak bernilai. Padahal, seperti kata pepatah, sedikit demi sedikit lama-lama bisa menjadi bukit.

Semua pengeluaran kecil yang kamu abaikan, pasti punya kekuatan besar jika dikumpulkan. Yuk lebih peduli lagi dengan pengeluaran-pengeluaran kecil.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.