Agar Tidak 'Gelap Mata' di Musim Diskon & Libur Akhir Tahun

Belanja Akhir Tahun
Belanja Akhir Tahun

Akhir tahun adalah saat yang tepat untuk berlibur. Di saat ini, tak sedikit orang menjadi lebih boros dalam belanja. Mereka belanja dan liburan tanpa perencanaan matang. Padahal, hal semacam ini bisa menjadi sumber kegagalan dalam mengatur keuangan.

Bila kamu juga khawatir gagal melakukan penghematan pengeluaran selama liburan, Consumer Affairs Expert Natasha Rachel Smith memberi beberapa kiat seperti dikutip CNBC.

Hati-Hati Jebakan 'SALE'

"Musim liburan akhir tahun adalah saat para peritel panen pendapatan karena banyak barang akan laku terjual," kata Natasha. Bentuk jebakan yang kerap dipasang adalah tanda merah besar bertuliskan 'SALE' di pintu toko.

Padahal, kata Natasha, barang sebenarnya dijual dengan harga normal. Namun, secara psikologis, tanda merah 'SALE' bisa memancing perhatian pengunjung.

Menempatkan Produk Mahal di Pandangan Mata

"Penempatan produk di sebelah kanan atas tentu menarik perhatian konsumen dibanding di bawah atau atas pandangan. Rak sejajar pandangan mata adalah tawaran terbaik," katanya.

Tentu produk untuk dewasa akan ditempatkan sedikit lebih tinggi dibanding pandangan anak-anak.

Harga Berakhiran 99

Konsumen juga relatif lebih mudah terjebak harga seperti Rp199 ribu dibanding Rp200 ribu. Mereka merasa mendapat harga dengan lebih baik dan murah meski sebenarnya hanya beda Rp1.000.

Konsumen Sedang Senang

Saat akhir tahun, banyak konsumen sedang rileks dan bahagia. Biasanya, untuk membuat mereka makin senang, peritel akan memutar musik tertentu sehingga niat belanja makin besar.

Mengisi Lorong Penuh Barang

Secara psikologis, kata Natasha, kamu merasa harus belanja lebih banyak dibanding biasanya. Kamu juga akan membeli barang yang terkesan tidak penting dan dibutuhkan. Strategi ini sudah biasa dilakukan peritel.