Akibat Membiarkan Rasa Gengsi

Ilustrasi seorang wanita tampak menjauhkan diri dari orang miskin
Ilustrasi seorang wanita tampak menjauhkan diri dari orang miskin

Dari mana asalnya gengsi? Menurut para psikolog, gengsi pada seseorang umumnya timbul akibat rasa tidak percaya diri dan rasa malu untuk mengakui kelemahan diri sendiri.

Bila dibiarkan, gengsi bisa semakin parah dan memengaruhi gaya hidupmu. Ujung-ujungnya, gengsi bisa membuatmu mengalami masalah finansial.

Mungkin ada di antara kamu yang bertanya kok bisa? Jawabannya tentu saja bisa.

Orang-orang yang memiliki rasa gengsi yang tinggi, biasanya akan melakukan berbagai macam cara untuk bisa terlihat sejajar atau bahkan lebih tinggi daripada orang lain. Mereka tidak ingin dipandang rendah, dan tidak ingin menunjukkan kelemahannya pada orang lain.

Lebih parahnya lagi, mereka yang gengsinya sudah akut bisa-bisa kerap berbohong demi menjaga harga dirinya di hadapan orang lain. Ia akan berpura-pura memiliki segalanya, padahal aslinya tidak memiliki apa-apa. Ia akan memaksakan terpenuhinya keinginan padahal sebenarnya tidak mampu untuk membelinya.

Maka dari itu, khusus kamu milenial, buanglah rasa gengsimu. Sebab menurut Ujang Sumarwan, Pakar Perilaku Konsumen dari MB-IPB dan penulis buku Consumer Behavior, gengsi bisa makin melekat pada diri seseorang jika dibiarkan.

Nah, milenial, agar kamu tidak semakin terjerumus ke dalam rasa gengsi yang semakin tinggi, berikut ini merupakan beberapa cara yang bisa membantumu untuk mengatasi rasa gengsimu.

1. Jadilah dirimu sendiri

Jurus ampuh pertama adalah menjadi dirimu sendiri. Kamu tidak perlu mengikuti orang lain dan menjadi orang lain untuk bisa dihargai dan dipandang tinggi oleh banyak orang. Seperti dikatakan Ujang dalam bukunya, faktor lingkungan rupanya cukup berdampak pada rasa gengsi seseorang. Padahal seharusnya kamu bangga dan bersyukur dengan apa yang sudah kamu miliki saat ini.

Lain halnya bila gengsi yang merujuk pada prestasi dan semacamnya. Tentunya gengsi seperti ini bisa membuat kamu termotivasi untuk melakukan segala sesuatu yang terbaik. Intinya, kontrol semua rasa gengsimu ya.

2. Belajar Rendah Hati

Belajarlah untuk mengatakan tolong, maaf, dan terima kasih. Apabila tiga kata ini sulit kamu katakan, maka bisa dibilang kamu memiliki gengsi yang tinggi. Padahal sebenarnya tanpa kamu sadari, membiasakan diri untuk mengatakan kata tersebut bisa membuatmu menjadi seseorang yang lebih rendah hati lho.

3. Perhatikan lingkungan tempatmu bergaul

Lingkungan bergaul kerap kali menjadi salah satu faktor yang dapat membuat orang perlahan-lahan memiliki rasa gengsi di dalam dirinya. Umumnya, orang yang punya gengsi tinggi selalu gelisah ketika melihat orang lain berada di "kelas" yang lebih tinggi. Akhirnya, ia terdorong untuk selalu terlihat lebih mewah dari orang lain.

4. Tak perlu ikut-ikutan orang lain

Kebiasaan latah untuk memiliki apa yang dimiliki oleh orang lain bukanlah kebiasaan yang bagus untuk dilakukan. Selain sebuah pemborosan, di umurmu sekarang akan lebih baik bila hidup sederhana dan berinvestasi untuk masa depan. Seperti kata nasehat klasik, kalah dulu, menang kemudian.

5. Buang sifat keras kepala

Gengsi tidak selamanya selalu berkaitan dengan harta dan benda. Ada kalanya juga orang sulit mengaku kalah lantaran gengsi. Parahnya lagi bila ia keras kepala karena harga diri sehingga tidak akan melakukannya.

Padahal, mengirim pesan duluan atau bahkan meminta maaf duluan itu bukanlah sesuatu yang harus ditahan-tahan. Dengan melakukannya, bukan berarti juga kamu kalah dan memiliki harga diri yang jauh lebih rendah dari orang lain. Justru sebaliknya, kamu malah akan dianggap sebagai sosok yang berjiwa besar oleh banyak orang, lho.

Itu dia beberapa hal yang bisa menjadi salah satu cara agar kamu dapat terlepas dari rasa gengsi yang sangat menyiksa. Semoga bisa membantu, ya.