Awas, Doomscrolling Bisa Mengancam Rencana Keuangan

Makin banyak orang cemas karena salah dalam menggunakan media sosial.
Makin banyak orang cemas karena salah dalam menggunakan media sosial.

Sadarkah kamu selama masa pandemi COVID-19, ketika banyak aktivitas beralih menjadi online, waktu penggunaan komputer, HP, dan gawai lainnya meningkat drastis?

Hal ini tak hanya dialami orang dewasa. Sebab anak sekolah pun kini menggunakan gawai untuk kegiatan belajar. Malah data dari Axios mengungkap kenaikan waktu layar atau screen time di kalangan anak usia 6 hingga 12 tahun meningkat sampai 50 persen.

Sayangnya, seperti dilansir dari Quartz, menghabiskan banyak waktu di internet tenyata bisa membuat orang terjebak doomscrolling. Jika tidak dihindari, kondisi ini bisa sangat berbahaya untuk kesehatan mental dan finansial.

Kok bisa sih?

Sebelum kita bahas bagaimana doomscrolling bisa berpengaruh ke kesehatan mental dan finansial, kenalan dulu yuk sama istilah ini.

Apa Itu Doomscrolling

Pada dasarnya doomscrolling merupakan istilah untuk kebiasaan menelusuri media sosial terus-menerus, terutama untuk mencari berita-berita negatif. Kebiasaan ini terjadi tanpa kita sadari.

Orang yang mengalami doomscrolling biasanya tenggelam di kolam informasi tanpa dasar. Seluruh informasi di dalamnya bernuansa negatif. Ciri-ciri orangnya selalu berprasangka buruk, kerap menyebar artikel berisi ujaran kebencian, gosip, dan sebagainya.

Apa saja efeknya?

Menurut Dr. Carla Marie Manly, seorang psikolog di California, banyak orang berpikir bahwa mereka akan merasa lebih aman dengan terus mengikuti berita terbaru. Sayangnya, mereka enggak sadar bahwa konsumsi berita negatif justru dapat menyebabkan ketakutan, kecemasan, dan stres berlebihan.

Bahkan, menurut healthline.com kecemasan yang dikombinasikan dengan konsumsi berita negatif berlebihan juga dapat menyebabkan serangan panik yang mirip dengan serangan jantung.

Dalam jangka panjang, doomscrolling dapat meningkatkan kadar kortisol dan adrenalin, yang keduanya merupakan hormon stres. Nah, peningkatan hormon stres mampu mengembangkan banyak masalah kesehatan fisik, seperti gangguan tidur, penyakit jantung, diabetes, maag, dan obesitas.

Wah, enggak disangka kan efeknya bisa seburuk ini?

Doomscrolling Bisa Merusak Rencana Keuangan

Dari rentetan bahaya tadi, kita bisa menarik kesimpulan bahwa jangan sampai kita terjebak dalam kebiasaan buruk doomscrolling. Sebab bila kita jatuh sakit karenanya, sudah pasti ujung-ujungnya ada anggaran yang terpaksa kamu keluarkan. Artinya, keuangan bisa berantakan dan perencanaan bisa gagal total.

Hal ini sesuai dengan data yang dikeluarkan di laman resmi Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI). Disebutkan bahwa sebanyak 64,3 persen dari 1.522 orang responden memiliki masalah psikologis cemas atau depresi. Salah satunya karena terlalu banyak menerima informasi yang salah terkait COVID-19.

“Gejala cemas dan depresi yang dirasakan ialah rasa takut dan khawatir berlebih, merasa tidak bisa rileks dan nyaman, mengalami gangguan tidur, dan kewaspadaan berlebih,” kata Psikiater dari PDSKJI dr Lahargo Kembaren, Sp.KJ.

Bagaimana cara mencegah efek doomscrolling?

1. Kurangi Intensitas Pemakaian Media Sosial

Salah satu cara untuk menghindari efek negatif doomscrolling adalah dengan mengurangi intensitas mengonsumsi media sosial, terutama di malam hari. Kalaupun kamu harus menggunakan media sosial secara rutin, pandai-pandailah memilah informasi yang ingin dikonsumsi. Hindari berita-berita negatif dan cari konten yang lebih bermanfaat bagi dirimu.

2. Dibikin Simpel

Selain itu, buatlah hidup kamu lebih simpel dan rileks. Capailah kebahagiaan dengan keuangan yang baik.

Sebab seperti kata Daniel Kahneman, psikolog asal Amerika Serikat yang juga penerima Nobel Ekonomi pada 2002, dalam bukunya yang berjudul Thinking Fast and Slow (2011), manusia cenderung mudah dibohongi saat dirinya sedang tidak bahagia. Dan penyebab terbesar orang tidak bahagia adalah karena masalah keuangan.

Maka dari itu, jagalah kondisi keuanganmu sebaik mungkin.

Buatlah perencanaan keuangan. Sebab seperti dilansir Entrepreneur, perencanaan keuangan yang baik adalah kunci untuk mencapai kebahagiaan.

Merencanakan keuangan zaman sekarang sudah jauh lebih mudah kok. Untuk menabung, sekarang buka tabungan saja bisa lewat HP. Mau investasi? Bisa lewat aplikasi Welma. Mau atur limit Kartu Debit, atur cicilan Kartu Kredit, semua bisa pakai BCA mobile. Memang sudah semudah itu sekarang.

Lihat Fitur-fitur lengkap BCA mobile di sini.

Jadi, yuk bikin simpel hidup dengan perencanaan keuangan. Gunakan HP dan gadget lain sebagaimana mestinya. Jauhi berita-berita buruk dan jadilah generasi antihoaks.