'Baper' dengan Pasangan Saja, Bukan dengan Pajak

anak muda
anak muda

Pajak memang menjadi kewajiban seluruh warga negara. Sebab, melalui pajak, kamu bisa membantu pemerintah dalam melakukan pembangunan. Sayangnya, ketika melihat ada komponen pajak dalam gaji, masih banyak yang baper (bawa perasaan), tidak rela gajinya berkurang.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkap bahwa mengumpulkan pajak pada anak muda termasuk tugas yang sulit. "(Banyak anak muda) bilang leave me alone, ini kenapa ibu Sri Mulyani rese banget. Anda maunya begitu," kata Sri Mulyani seperti dilaporkan Tempo.

Selama menjabat sebagai Menkeu, baik di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) maupun Presiden Joko Widodo, Sri Mulyani mengaku kerap menemui muda-mudi yang terlalu baper dengan pajak.

"Kadang mereka baper. Mereka bilang sudah bayar pajak. Terus saya tanya, memang income kamu berapa? Anak muda itu menjawab Rp3 juta. Saya bilang, itu pendapatan tidak kena pajak. Terus dia merasa bayar, padahal tidak kena pajak. Marahnya sudah seperti bayar pajak," kata Sri Mulyani.

Kasus baper lain yang ditemukan Sri Mulyani adalah pada pengusaha baru. "Saya baru mulai usaha bu, belum untung, sudah ditarik pajak. Loh bagaimana, pajak itu padahal dari keuntungan, kok merasa membayar," katanya.

Menurut Sri Mulyani, kasus-kasus baper seperti itu disebabkan oleh salah persepsi mengenai pajak. Persepsi yang salah itu kemudian menimbulkan justifikasi. Hal yang harus dipahami, kata Sri Mulyani, pajak itu wajib untuk mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan.

"Pajak merupakan sumber utama untuk membiayai pertahanan dan keamanan, pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan belanja negara lainnya," katanya.

Jadi, jangan baper lagi, daripada salah justifikasi, sebaiknya cek dulu apakah pendapatanmu memang kena pajak atau tidak.

MORE FROM MY SITE