Belanja Bulanan, Catat 7 Bahan Makanan Sehat yang Tahan Lama

Ilustrasi
Ilustrasi

Memasuki awal bulan, sebagian besar masyarakat Indonesia biasanya mulai menyiapkan daftar belanjaan bulanan. Namun karena sedang dalam situasi pandemi, banyak yang terpaksa menyetok makanan agar tidak sering keluar rumah.

Akhirnya, makanan-makanan instan seperti frozen food dan makanan kaleng jadi pilihan banyak orang. Selain praktis, keduanya merupakan makanan yang bisa bertahan lama.

Tapi apa iya kamu mau makan makanan instan setiap hari? Ingat, makanan tersebut biasanya menggunakan pengawet, jadi lebih baik jangan terlalu sering juga.

Dilansir dari Healthline.com, makanan instan kemungkinan besar memang mengandung bahan pengawet agar tahan lama. Selain itu nilai gizinya juga rendah. Waduh, padahal di tengah kondisi wabah seperti ini tubuh kita membutuhkan makanan yang bergizi tinggi agar imun tetap terjaga.

Lalu apa solusinya?

Buatlah variasi makanan. Atur jarak waktu mengonsumsi makanan instan. Lagipula sekarang banyak kok berbagai jenis makanan non instan yang sehat, bergizi, dan tahan lama.

Catat bahan makanan berikut dalam daftar belanja bulananmu.

Sawi putih

Dibandingkan dengan jenis sayuran lain, seperti kangkung, bayam, brokoli dan lain-lain, sawi putih termasuk sayur yang lebih tahan lama. Sayuran ini bisa bertahan setidaknya satu bulan di dalam kulkas.

Tidak hanya awet, sawi putih juga kaya akan vitamin dan nutrisi yang penting bagi kesehatan, seperti vitamin A, B1, B2, B3, B6, B9, C, E, K, kalsium, kalium, magnesium, fosfor, zat besi, zinc, dan natrium.

Kacang-Kacangan

Kacang-kacangan adalah salah satu sumber protein nabati terbaik yang bisa dijadikan pilihan selama #dirumahaja. Selain kaya kandungan proteinnya, bahan makanan yang satu ini sangat awet, sehingga sangat cocok untuk disimpan dalam waktu lama.

Labu siam

Siapa yang doyan makan sayur asem? Pasti enggak asing lagi dong sama labu siam. Sayur yang satu ini juga bisa diolah menjadi berbagai menu lain yang tak kalah lezat dari sayur asem lho, di internet banyak banget tuh resep untuk mengolahnya. Ciri khas labu siam adalah punya kulit yang tebal dan keras. Oleh karena itu, sayuran ini bisa tahan lama saat disimpan.

Madu

Khasiat madu untuk kesehatan tak perlu diragukan lagi. Sejak zaman dahulu, madu sudah dijadikan salah satu cara untuk meningkatkan stamina dan imunitas tubuh. Oleh karena itu, kamu dapat memanfaatkan madu untuk mengolah berbagai makanan atau minuman. Madu dikenal memiliki kadar gula alami yang tinggi dan kadar air yang rendah, sehingga jika disimpan dengan benar dapat bertahan hingga bertahun-tahun.

Oat

Oat atau gandum utuh bisa bertahan sampai setahun atau bahkan dua tahun dalam lemari jika tempat atau kemasannya tidak sering dibuka. Oat merupakan salah satu bahan makanan sehat karena memiliki kandungan serat yang tinggi, serta rendah kalori dan rendah lemak. Semangkuk oat yang dicampur susu segar dapat menjadi alternatif menu sarapan sehat yang praktis. Sudah pernah mencobanya?

Susu Bubuk

Susu bubuk sangat mudah ditemukan di supermarket atau minimarket di sekitar kita. Tersedia dalam aneka rasa, susu bubuk merupakan salah satu bahan yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan. Selain diseduh untuk diminum, susu bubuk juga bisa menjadi bahan pendukung pembuatan kue, roti, dan puding.

Santan

Tak kalah dari susu, santan juga bisa bermanfaat bagi kesehatan kamu lho. Menurut penelitian, santan mengandung Lauric acid, sejenis asam lemak yang berperan sebagai zat antibakteri dan antikanker yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh.

Apalagi kini santan sudah tersedia dalam berbagai bentuk, seperti bubuk dan cair. Jika kemasannya belum dibuka, santan dapat bertahan hingga satu tahun di kulkas.

Nah, itu tadi beberapa bahan makanan sehat yang tahan lama untuk disimpan di rumah. Lumayanlah buat variasi, daripada mengonsumsi makanan instan terus.

Saat belanja, pastikan untuk bawa masker, hand sanitizer, dan kalau perlu bawa sarung tangan juga ya. Atur jarak dengan orang lain saat berbelanja. Kurangi intensitas menyentuh barang.

Manfaatkan pembayaran nontunai di kasir-kasir ritel yang kamu kunjungi. Kamu bisa gunakan aplikasi Sakuku atau pembayaran QRIS lewat BCA mobile.

Aplikasi BCA mobile ini juga bisa kamu gunakan pada saat berbelanja dari rumah. Misalnya saat kamu ingin menggunakan layanan GoShop atau GoMart dari Gojek, kamu bisa top up Gopay menggunakan BCA mobile. Gratis admin pula.

Cek di sini untuk infonya.