Benarkah Minat Baca Orang Indonesia Rendah?

Benarkah Minat Baca Orang Indonesia Rendah?
Benarkah Minat Baca Orang Indonesia Rendah?

Banyak yang bilang bahwa orang Indonesia tak memiliki minat baca yang cukup besar. Bahkan, hasil studi Most Literate Nation in the World (MLNW) menempatkan Indonesia pada peringkat tambun, yakni peringkat 60 dari 61 negara.

Namun, Kepala Perpustakaan Nasional RI Muh. Syarif Bando memiliki pendapat lain. "Minat baca di Indonesia sangat tinggi. Tapi tidak ada bahan bacaannya," katanya pada Smart-Money.

Syarif melanjutkan, kesenjangan ketersediaan buku ini sangat tampak jelas di Indonesia Timur dan Barat. Peredaran buku dan jumlah perpustakaan lebih banyak dijumpai dan terkonsentrasi di Jawa.

Sedangkan wilayah seperti Papua sebaliknya. Padahal, United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) sudah menentukan jatah bahan bacaan untuk tiap orang.

"Untuk satu orang, minimal memiliki dua bacaan agar termasuk golongan terliterasi. Sedangkan di Indonesia, masalahnya ada di penyediaan buku itu sendiri," ungkap Syarif di ajang Kafe BCA V di Menara BCA baru-baru ini.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Danang Sunendar menambahkan, hal tersebut juga menjadi dasar pemerintah (Kemendikbud) mulai melakukan produksi buku sendiri.

"Tahun lalu, kita berhasil membuat 170 buku dan baru 160 buku lolos penilaian. Buku-buku ini nantinya kita serahkan ke sekolah-sekolah, baik secara fisik maupun daring," kata Danang. Di Indonesian sendiri, setidaknya ada 300 ribu sekolah.

Artinya, akan butuh dana dan tenaga yang sangat besar untuk menyediakan buku. Danang juga mengungkap, sejak 2015 lalu, pemerintah menerapkan kewajiban bagi siswa untuk membaca buku pada 15 menit sebelum jam sekolah dimulai.

"Di awal, kendala yang kami hadapi memang berupa kurangnya bahan bacaan atau buku pengayaan yang bisa menarik minat baca anak. Ini yang akhirnya membuat kami memutuskan untuk memproduksi buku sendiri," terang Danang.

Melihat masalah tersebut, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) pun akhirnya menginisiasi gerakan 'Buku untuk Indonesia'. Melalui gerakan ini, BCA mengajak masyarakat untuk berbagi dan bersama-sama menumbuhkan minat baca anak Indonesia.

Jadi, jika kamu juga peduli, kamu bisa turut serta dalam gerakan #BukuUntukIndonesia. Kamu dapat memulainya dengan mengunjungi https://bukuuntukindonesia.com/ dan klik tombol "Berbagi".

Sumbangan minimal Rp100 ribu yang kamu keluarkan akan menandai berpartisipasimu dalam gerakan Buku Untuk Indonesia. Nantinya, uang yang terkumpul akan dibelikan buku dan didistribusikan ke daerah yang memang membutuhkannya.

Sebagai apresiasi, kamu akan mendapatkan kaos kebaikan dari BCA. "Mari sebarkan buku ke penjuru negeri untuk masa depan Indonesia yang lebih baik," pungkas Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja.