Berapa Ongkos Bercocok Tanam untuk Pemula?

Berapa ya kira-kira anggarannya untuk pemula?
Berapa ya kira-kira anggarannya untuk pemula?

Berapa sih ongkos bercocok tanam untuk pemula? Rp5 juta? Rp1 juta? Rp500 ribu? Kita bahas yuk.

Pekan lalu, kontributor Smart-Money.co ngobrol santai dengan Kang Yayan, salah satu penjual tanaman hias di bilangan Depok, Jawa Barat. Ada satu pernyataan darinya yang menarik: “Kalau belum ahli, jangan sembarangan pilih tanaman!”

Kalimat sederhana ini sebenarnya cukup mengejutkan. Pasalnya sebagai seorang pedagang, dia tidak berpikir: “Yang penting tanamannya laku”. Dia justru khawatir pembeli tanamannya tidak bisa merawat dan akhirnya cepat mati.

“Tanaman itu makhluk hidup juga. Biayanya juga enggak murah, kan. Daripada rugi, mending pilih yang biasa saja,” katanya. Setuju dengan Kang Yayan?

Tapi ngomong-ngomong, memangnya berapa sih ongkos bercocok tanam itu? Kita hitung yuk.

1. Tanaman

Untuk pemula, baiknya memilih tanaman yang tidak membutuhkan frekuensi penyiraman terlalu sering. Pilih juga yang berani dengan sinar matahari sehingga kuat saat kamu lupa merotasi tanaman dari luar ruangan ke dalam ruangan.

Beberapa contoh tanaman kuat adalah kaktus, sansiviera (lidah mertua), sirih gading, philo brazil, karet varigata, philo marbel, dischidia cascade, ficus, philo dendron lemon dan lain-lain. Rata-rata harganya mulai dari Rp25 ribuan hingga ratusan ribu rupiah untuk ukuran kecil.

2. Media Tanam

Kamu tentu butuh media tanam yang zaman sekarang itu susah dicari. Untuk satu karung ukuran sedang (sekitar 10 kg), harganya sekitar Rp25 ribu. Untuk awal, kemungkinan kamu butuh 2-3 karung, tergantung jumlah tanaman yang kamu punya.

Ingat, jika beli tanaman dari tukang tanaman pinggir jalan, sebaiknya memang mengganti media tanamnya! Hal ini dilakukan untuk jaga-jaga dari kemungkinan adanya bakteri, jamur, atau penyakit lain yang sudah menempel.

3. Sediakan Pupuk dan Pestisida

Untuk mencegah dan menghilangkan hama berupa hewan dan kutu, kamu dapat gunakan pestisida. Kamu bisa beli di tukang tanaman, atau mencarinya secara online. Harganya bervariasi. Tapi yang puluhan ribu rupiah juga sudah bagus.

Namun setiap penggunaan pestisida, kamu juga harus imbangi dengan pemberian pupuk. Untuk pupuk organik, kamu bisa beri 2 minggu sekali. Campur saja dengan air biar awet. Ini pun harganya berkisar antara puluhan hingga ratusan ribu rupiah.

4. Pot

Pot memiliki diameter dan bahan dasar berbeda. Ada yang tanah liat, yang biasa disebut pot teracota, ada yang dari bahan plastik seperti pot tawon.

Apapun pot yang kamu pilih, yang terpenting bagian bawahnya punya sirkulasi udara yang juga bisa jadi tempat air penyiraman keluar. Tanpa lubang ini, media tanam jadi basah dan bisa mengakibatkan akar tanaman busuk.

5. Perlengkapan Lain

Kamu pasti perlu sekop kecil untuk mengambil media tanam atau memindahkan tanaman dari polybag tanaman ke pot. Kamu juga butuh wadah untuk menyiram tanaman, gunting khusus, dan tempat pot agar terlihat rapih dan tidak berantakan. Di sini, pengeluaran kamu bisa tembus ratusan ribu rupiah.

Itulah tadi beberapa hal yang perlu kamu beli saat ingin mencoba untuk bercocok tanam. Dapat kita simpulkan bahwa untuk melakukannya kamu memang perlu anggaran yang tidak sedikit.

Inilah yang dimaksud Kang Yayan tadi. Kita juga harus punya pengetahuan tentang tanaman terutama untuk cara merawatnya. Sebab jika asal-asalan, tanaman akan mati dan uang yang sudah kamu keluarkan jadi sia-sia.

Jangan lapar mata saat lihat tanaman. Pertimbangkan daya tampung lahan di rumah. Jangan setiap bulan beli lalu bikin sumpek dan jadi tidak terurus. Ingat, tanaman yang jaraknya rapat sangat berbahaya karena bisa menularkan penyakit antar tanaman.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.