Cara Menghemat Biaya Renovasi Rumah Agar Tidak Membengkak

Renovasi rumah butuh perencanaan yang matang agar biaya tidak membengkak.
Renovasi rumah butuh perencanaan yang matang agar biaya tidak membengkak.

Biaya renovasi rumah yang membengkak kerap dialami banyak orang. Umumnya, ada dua hal yang terjadi. Pertama, harus merogoh kocek dari anggaran lain. Kedua, renovasi terpaksa dihentikan karena tidak ada dana lagi.

Tentu kamu tidak ingin mengalami dua hal tersebut. Namun pada kenyataannya, penambahan biaya renovasi ternyata sulit dihindari. Walaupun bukan berarti tidak ada cara untuk menghindarinya.

Nah, untuk meminimalisir hal-hal tersebut, berikut beberapa cara yang dapat kamu lakukan:

1. Buat Skala Prioritas

Tentukan apa yang menjadi prioritas renovasi. Misalnya kamu ingin merenovasi kamar anak, maka fokus di renovasi kamar terlebih dahulu. Kemudian baru buat prioritas kedua, ketiga, dan seterusnya. Jangan merembet di tengah proses renovasi yang justru akan menambah biaya dari rencana awal. Selain itu, merembet ke lainnya juga dapat mempengaruhi waktu pengerjaan dan bahan bangunan yang dibutuhkan.

2. Manfaatkan Bahan Bekas yang Masih Layak

Ambil contoh kamu ingin mengedak atap. Saat proses bekisting, Kamu bisa memanfaatkan papan cor bekas untuk kebutuhan pembuatan perancah. Beberapa bahan lain seperti bata, keramik, besi juga dapat kamu gunakan kembali. Namun pastikan bahwa bahan-bahan tersebut memang masih layak pakai.

3. Pelajari Rumus Dasar Volume

Kebanyakan orang berpikir: "Saya punya uang Rp50 juta untuk cat rumah". Padahal untuk berhemat, baiknya kamu berpikir: "Saya ingin mengecat rumah, berapa yang dibutuhkan?"

Maka dari itu, setidaknya pelajari rumus dasar volume. Misalnya untuk satu kamar, hitung berapa volume ruangannya. Baru kemudian kamu memilih bahan catnya yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut.

4. Hitung Rencana Pengeluaran

Setelah mengetahui rumus volume, kamu bisa lanjut ke tahap penghitungan rencana pengeluaran. Buat dengan detail, misalnya berapa semen yang dibutuhkan, pasir, besi, dan lain-lain.

5. Bandingkan Harga Material Toko Bangunan

Banyak orang yang cenderung memilih satu toko bangunan untuk kebutuhan renovasi. Padahal bisa jadi harga item tiap toko bangunan itu berbeda-beda.

Ambil contoh di toko A, harga semennya memang lebih murah dibanding toko B. Tapi harga pasir di toko A, justru lebih mahal dibanding toko B. Agar lebih hemat, kamu bisa beli semen di Toko A, sementara beli pasirnya di Toko B.

6. Jika Ragu Bisa Hemat, Gunakan Jasa Kontraktor

Apabila kamu memang merasa tidak memiliki pengetahuan cukup tentang bahan material dan cara menghitungnya, tidak masalah untuk menggunakan jasa kontraktor. Namun usahakan kontraktor yang dipilih memang sudah dikenal atau setidaknya memiliki kesan positif dari pengguna sebelumnya.

7. Biaya Tak Terduga

Dalam membuat perencanaan pengeluaran, sisihkan dari awal anggaran untuk biaya tak terduga. Dengan menyiapkan dari awal, pengeluaran-pengeluaran ekstra yang terjadi di luar rencana tidak terlalu mengganggu finansial kamu.

Itulah tadi tujuh hal yang dapat kamu lakukan untuk menghemat biaya renovasi rumah. Sekali lagi, buatlah perencanaan yang baik dan detail agar tidak terjadi pembengkakan bujet. Disiplinlah pada rencana tersebut dan jangan merembet ke hal lain yang bukan prioritas.

Pembiayaan Renovasi

Jika kamu membutuhkan tambahan pembiayaan untuk renovasi besar, kamu bisa memanfaatkan layanan pembiayaan kebutuhan renovasi dari KPR BCA.

Mengapa perlu mempertimbangkan KPR BCA karena ada banyak keuntungan yang bisa kamu dapatkan seperti bebas penalti, dapat diajukan secara online, hingga mudah untuk top up pinjaman.

Ketahui lebih dalam soal KPR Renovasi BCA di tautan ini. Dapatkan solusi untuk kamu yang ingin menciptakan suasana baru di rumah.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.