Dapat Bantuan Setelah Tertipu di Singapura, Turis ini Tolak Ambil Keuntungan

Dapat Bantuan Setelah Tertipu di Singapura, Turis ini Tolak Ambil Keuntungan
Dapat Bantuan Setelah Tertipu di Singapura, Turis ini Tolak Ambil Keuntungan

Cerita penipuan yang dialami oleh seorang turis asal Vietnam di Singapura sedang ramai dibicarakan di dunia maya. Pekan lalu, foto dan video kasus penipuan yang dilakukan oleh pedagang nakal di kawasan Sim Lim Square Singapura beredar luas dan membuat geram para netizen.

Menurut berita yang dipublikasikan oleh Channel News Asia, turis bernama Pham Van Thoai itu mengalami pengalaman tak mengenakkan saat membeli iPhone 6 untuk pacarnya di toko Mobile Air yang terletak di Sim Lim Square, pusat perdagangan elektronik di Singapura dengan harga miring (mirip Glodok di Jakarta).

Turis tersebut membeli Apple iPhone 6 dengan harga USD 950 atau sekitar Rp 11,5 juta tapi karena terkendala bahasa Inggris, ia ditipu dengan dipaksa menandatangani dokumen yang isinya mewajibkan Pham untuk membayar garansi $1.500 atau setara Rp 18 juta. Jika tak dibayar maka Pham tak bisa membawa pulang ponsel baru tersebut.

Sadar telah tertipu oleh pedagang nakal tersebut, Pham meminta uangnya dikembalikan saja. Bahkan ia sampai menangis dan menyembah-nyembah pemilik toko, namun yang ia dapatkan hanya tawa dari orang-orang di sana.

sujud

Bersama pacarnya, Pham melapor ke polisi. Tapi setelah kasus ini ditangani Asosiasi Konsumen Singapura (CASE), pria asal Vietnam itu hanya mendapatkan pengembalian uang $400. CASE beralasan secara hukum Mobile Air tidak salah, apalagi Pham terlanjur tanda tangan di atas dokumen yang merugikan tersebut. Alhasil Pham pun mengalami kerugian sebesar $550 tanpa mendapatkan barang sama sekali.

Cerita miris turis asal Vietnam ini akhirnya menggerakkan hati salah satu blogger lokal bernama Gabriel Kang. Memanfaatkan kekuatan massa, ia membuat sebuah kampanye online di Indiegogo dengan tujuan menggalang dana sebesar US 1.000 (Rp 12,2 juta) untuk memberikan sebuah iPhone 6 untuk turis malang itu. Sang founder juga akan memberikan sebuah goodie bag sebagai tambahan untuk mengobati kekecewaan turis itu.

Sampai hari Kamis lalu, sudah hampir $10,000 terkumpul untuk Pham Van Thoai, jauh dari target semula. Sementara berbagai tawaran bantuan melayang untuk Pham, ia hanya mau menerima uang sejumlah $550 saja, sesuai dengan kerugian yang dialami dirinya. Pham mengaku tidak ingin mengambil keuntungan dari peristiwa ini.

"Saya kehilangan $550. Jadi saya hanya akan menerima $550 yang didonasikan pada saya. Tidak Lebih. Saya bersyukur atas kebaikan Anda semua tapi saya tidak akan menerima lebih banyak dari kerugian yang saya alami," ujar Pham.

Belajar dari pengalaman di atas, untuk kamu yang akan pergi berlibur ke luar negeri harap lebih berhati-hati ya saat berbelanja. Jangan tergiur oleh harga murah saja, karena bisa saja kamu terjebak seperti Pham.