Gemuk di Badan, Kurus di Dompet, Atasi dengan Ini

Ilustrasi
Ilustrasi

Jajan oh jajan. Sesaat menyenangkan. Namun bila berlebihan? Cek saja berat badanmu di timbangan.

Gaya hidup milenial memang penuh dengan tantangan dan cobaan. Bukan menakut-nakuti ya. Tapi saking banyaknya jajanan dengan harga murah di luar sana, makin besar pula ancaman kegemukan yang mengintai dirimu.

Moch. Aldis Ruslialdi SKM CNWC, Head of Health Commite Nutrifood, pernah bilang kalau kondisi ini disebut dengan istilah Obesogenic Environment. Arti sederhananya, sebuah lingkungan yang tanpa melakukan apa pun sudah membuat mereka menjadi tidak sehat. Mereka menumpuk lemak lebih banyak.

Pemicunya, sebut dia, tak lain karena konsumsi tinggi kalori, gula, garam, dan lemak. Ditambah lagi dengan kurangnya aktivitas fisik.

Aldis menambahkan ada sebuah penelitian di Filipina yang mengatakan bahwa generasi pertama kali yang sudah terpapar obesitas sejak kecil adalah generasi millenial. Menurutnya, ancaman ini cukup sulit dibendung karena jajan sudah menjadi kebiasaan sejak kecil.

Ia melanjutkan paparannya dengan adanya temuan dari sebuah survei yang menunjukkan bahwa 40,7 persen orang mengonsumsi makanan tinggi lemak lebih dari satu kali sehari. Kemudian 44 persen orang Indonesia senang makan di luar atau pesan makanan dari luar. "Padahal ini bisa menambah setengah kali lipat kalori per hari," kata Aldis.

Tak cuma itu, anak muda Indonesia juga tak ragu memesan makanan yang berukuran (porsi) lebih besar (upsize). "Dengar upsize imannya langsung runtuh," ujarnya.

Ditambah lagi dengan adanya serangan serba diskon yang makin membuat jiwa raga tak kuasa lagi menahan hasrat untuk mengeluarkan uang.

Menurut Aldis, ada beberapa cara untuk mengatasi hal ini. Salah satunya adalah olahraga. Aldis bersyukur kesadaran pentingnya berolahraga di kalangan anak muda masih tinggi. Ia berharap tren ini terus dipertahankan bahkan ditularkan ke anak muda lainnya.

Tapi ada satu hal yang ia sayangkan, yakni pemahaman bahwa rajin olahraga berarti kamu akan terhindar dari ancaman kegemukan. "Rajin olahraga bukan berarti kamu boleh banyak makan.

Selain olahraga, satu hal lagi yang bisa mengerem nafsu jajan adalah belajar mengatur keuangan. Pada dasarnya, orang yang bisa mengatur keuangan akan berpikir berkali-kali untuk membelanjakan uangnya. Untuk itulah kamu perlu belajar soal ini.

Cara sederhana pertama, kamu bisa membuat perencanaan keuangan dengan memasukkan jatah jajan dalam daftar. Patoklah jumlah maksimal yang bisa kamu gunakan untuk jajan. Kalau perlu investasikan uangmu saat gaji masuk. Kamu bisa pilih reksa dana, deposito, obligasi, ataupun saham.

Dengan begitu kamu tidak bisa sesukanya mengambil uang di ATM untuk jajan. Sebab uang kamu sudah diinvestasikan duluan. Bagaimana?