Hak-hak Karyawan yang Harus Kamu Ketahui

Hak-hak Karyawan yang Harus Kamu Ketahui
Hak-hak Karyawan yang Harus Kamu Ketahui

Sebagai pekerja di perusahaan swasta maupun pemerintah, kamu perlu mengetahui tentang hak-hak karyawan sesuai dengan undang-undang ketenagakerjaan yang berlaku. Selain harus diketahui oleh para pekerja, hak-hak karyawan juga harus dipahami dan dilaksanakan oleh pemilik usaha atau bisnis agar para pekerjanya mendapatkan hak mereka.

Sebagai negara hukum, pemerintah telah menuangkan hak-hak ketenagakerjaan ini dalam Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003. Namun, masih banyak yang tak memahami hak-hak utama seorang karyawan seperti yang tertuang dalam UU tersebut. Sehingga banyak karyawan yang tidak mendapatkan hak-hak yang seharusnya diterima yang berujung perselisihan dengan perusahaan atau pemberi kerja.

Berikut hak-hak utama seorang karyawan berdasarkan UU Nomor 13 Tahun 2003 yang harus kamu ketahui.

Hak untuk memperoleh perlakuan yang sama

Menurut UU Nomor 13 Tahun 2003 pasal 6, setiap pekerja berhak mendapatkan perlakuan yang sama tanpa diskriminasi dari pengusaha. Setiap hak pekerja wajib diberikan tanpa memandang suku, ras, agama, jenis kelamin, warna kulit, keturunan, dan aliran politik.

Hubungan kerja

Hubungan kerja antara karyawan dan pengusaha diatur dalam dua pasal. Pertama, pasal 56 yang menyatakan ada dua status kepegawaian, yaitu pekerja paruh waktu tertentu dan waktu tidak tertentu. Perjanjian kerja untuk waktu tertentu yang menurut jenis dan sifat atau kegiatan pekerjaannya akan selesai dalam waktu tertentu. Perjanjian kerja untuk waktu tertentu tidak dapat diadakan untuk pekerjaan yang bersifat tetap.

Kedua, pasal 60 yang menyebutkan bahwa perjanjian kerja untuk waktu tidak tertentu dapat mensyaratkan masa percobaan kerja paling lama tiga bulan saja.

Jam kerja

Jam kerja yang ditetapkan untuk seorang karyawan adalah tujuh jam satu hari untuk pekerja yang bekerja enam hari seminggu atau delapan jam sehari untuk pekerja yang bekerja lima hari seminggu.

Jaminan kesejahteraan karyawan

Setiap perusahaan wajib menyediakan fasilitas kesejahteraan seperti asuransi kesehatan atau dana pensiun untuk para pekerjanya. Namun, karena tidak dijelaskan secara spesifik dalam UU, maka pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan kondisi atau peraturan perusahaan yang disepakati.

Hak cuti karyawan

Hak cuti tertuang dalam Pasal 85 yang mengatur cuti karyawan. Pada hari libur resmi, karyawan tidak wajib bekerja kecuali ada perjanjian khusus dengan pihak perusahaan. Selain itu, karyawan berhak mendapatkan jatah cuti pribadi yang disesuaikan dengan peraturan perusahaan. Sedangkan karyawan wanita berhak mendapatkan cuti khusus, misalnya saat menstruasi, melahirkan, dan keguguran.

Hak beribadah

Sesuai pasal 80 UU Nomor 13 Tahun 2013, setiap karyawan berhak mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan ibadah yang diwajibkan oleh agamanya. Dalam hal ini, karyawan dapat melaksanakan ibadah pada jam kerja sesuai kepercayaannya. Selain itu, karyawan juga berhak mendapatkan cuti untuk melakukan perjalanan keagamaan, misalnya ibadah Haji, ziarah, dan lainnya.

Hak mendapatkan upah yang layak

Hak utama dan yang paling penting adalah setiap karyawan berhak mendapatkan upah atau gaji yang memenuhi standar hidup layak dan disesuaikan dengan upah minimum provinsi, upah minimum kota, atau upah minimum sektoral. Besarnya upah atau gaji juga dapat disesuaikan dengan negosiasi antara karyawan dan perusahaan.

MORE FROM MY SITE