Hal-hal yang Membuat Anak Stres karena Masalah Keuangan Orangtua

Pertengkaran orangtua karena masalah keuangan dapat membuat anak tertekan.
Pertengkaran orangtua karena masalah keuangan dapat membuat anak tertekan.

Di dalam keluarga, membahas masalah keuangan sebenarnya hal yang lumrah. Sayangnya, disadari atau tidak, anak sering menjadi korban dan stres akibat masalah keuangan orangtuanya.

Perencana Keuangan dan Psikolog Brad Klontz menyebut ada sebuah studi dalam Journal of Financial Therapy yang mengungkapkan bahwa keterlibatan anak dalam masalah keuangan keluarga bisa berdampak buruk pada perkembangan karakternya.

Para orangtua seringkali membuat anak bersalah lantaran semua pengeluaran keluarga habis untuk mendanai kebutuhan anak, pendidikan anak, hiburan anak, dan sebagainya. Orangtua juga sering menjadikan anaknya alasan mereka jadi terlilit utang dan tidak bisa membayar tagihan, pinjaman, atau sewa.

"Apabila hal ini terus berlangsung, maka akan menyebabkan sang anak terbelenggu pada rasa bersalah, stres, mulai membenci dirinya (karena telah merepotkan orangtua, RED)," ujar Klontz.

Tentu kita tidak ingin hal ini terjadi pada anak. Maka dari itu, sebisa mungkin, hindari melibatkan mereka dalam obrolan masalah keuangan. Kalaupun mau bahas soal itu, mereka cukup tahu bagaimana caranya berhemat, belajar menabung, dan pentingnya menghargai barang-barang yang dimiliki.

Lantas, apa saja kira-kira masalah keuangan yang tidak harus diketahui anak?

1. Gaji Orangtua

Kamu boleh tidak setuju dengan poin ini. Tapi sebenarnya anak hanya perlu tahu bahwa orangtuanya bekerja dan menghasilkan uang. Semua itu dilakukan untuk membeli segala kebutuhan.

Mereka juga tidak perlu tahu siapa yang lebih besar gajinya antara ayah dan ibu. Apalagi jika sang ibu adalah ibu rumah tangga. Cukup jelaskan pada anak bahwa setiap pekerjaan itu bisa menghasilkan uang yang berbeda. Jadi rajinlah belajar agar nanti bisa sukses dan bergaji besar.

2. Jumlah Utang/Cicilan dan Tujuannya

Utang biasanya jadi sumber masalah keuangan keluarga. Anak tak perlu tahu kamu berutang untuk pendidikannya, untuk kebutuhannya, dan lain-lain.

3. Warisan

Besar atau tidaknya harta warisan tak perlu diketahui anak. Yang perlu mereka tahu adalah warisan ilmu, budaya, pengetahuan agama, dan lain-lain adalah hal-hal yang membangun karakternya. Prioritas mereka adalah belajar dan meraih prestasi sebaik mungkin.

Itulah 3 hal penting yang kerap jadi perdebatan soal keuangan di keluarga, tapi sebaiknya jangan diketahui anak. Klontz mengatakan mungkin ada kalanya, anak akan merasa tak nyaman bila melihat orangtuanya susah payah membiayai sekolah.

Itulah mengapa sebagai orangtua yang baik, sudah semestinya kamu menyiapkan biaya pendidikan anak sejak dini. Dengan begitu, kamu bisa nyaman membiayainya dan anak pun menikmati masa-masa belajarnya dengan tenang.

Yuk siapkan dana pendidikan anak dari sekarang. Ada banyak tempat yang cocok untuk menyimpan dana pendidikan anak. Misalnya deposito, reksa dana pasar uang, tabungan berencana, dan lain-lain. Selain sifatnya setoran rutin, keuntungan dari masing-masing instrumen tadi tidak terlalu membuat tabunganmu tergerus inflasi.

Selamat Hari Anak Nasional.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.