Hati-hati, Salah Diet Bisa Pengaruhi Produktivitas Kerja

Salah diet pengaruhi kinerja di kantor
Salah diet pengaruhi kinerja di kantor

Dalam keseharian, diet terlihat mudah untuk dilakukan. Namun, tak sedikit orang yang menjalani program diet gagal di tengah perjalanan disebabkan cara diet yang salah atau berlebihan, sehingga berpengaruh terhadap kesehatan dan produktivitas sehari-hari.

Untuk menghindari hal-hal tidak baik bagi tubuh, kamu dapat melakukan diet tepat supaya produktivitas kerja kamu tetap bagus dengan melakukan hal-hal seperti yang dilansir dari nbcnews.

Konsumsi kafein secara tepat

Di Amerika, hampir dua pertiga orang meminum kopi setiap hari. Mereka mengonsumsi rata-rata 2,7 cangkir per hari sebelum berangkat atau selama bekerja. Mengonsumsi kafein secara tepat bisa menjadi diet yang bagus untuk meningkatkan energi, mengurangi kelelahan, dan meningkatkan fokus kerja. Pasalnya, dalam secangkir kopi mengandung sekitar 200 miligram kafein yang bisa menekan adenosin (penyebab kantuk) di otak kamu.

Jaga Kondisi Gula Darah

Ketika program diet kamu salah, maka gula darah di dalam tubuh justru makin meningkat. Untuk menghindari hal tersebut, pastikan kamu rajin mengonsumsi buah atau kacang sebagai kudapan di siang hari.

Jumlah ideal glukosa darah di dalam tubuh menurut para peneliti adalah 25 gram. Bila kurang dari itu, produktivitas tubuh akan menurun. Ada baiknya kamu mengonsumsi makanan dengan glikemik (zat karbohidrat dalam gula darah) yang rendah, seperti oatmeal dan sebagian besar buah-buahan dan sayuran. Makanan tersebut mampu menjaga kadar gula darah yang stabil selama berjam-jam.

Jangan Sampai Terlalu Lapar

Saat kamu melakukan aktivitas seperti bekerja, jangan sampai melalaikan waktu makan hingga kondisi perut mencapai titik sangat lapar. Hal ini bisa menyebabkan produktivitas kerja dan emosi kamu cenderung tidak stabil akibat kadar glukosa darah meningkat drastis. Untuk pencegahan, kamu dapat mengonsumsi makanan yang mengandung lebih banyak protein dan serta tinggi, Selain itu, kamu dapat mempersiapkan camilan sehat yang dapat membantu kamu di saat lapar.

Obesitas Menyebabkan Produktivitas Menurun

Orang yang melakukan diet biasanya kehilangan 5-10 persen dari berat badan awalnya selama 6 bulan. Namun, kemudian sebesar dua per tiga individu mengalami kenaikan berat badan kembali lebih dari berat badannya yang hilang saat diet selama empat atau lima tahun setelah diet.

Hal tersebut terjadi karena hormon pada usus, pankreas, dan jaringan lemak sangat mempengaruhi berat badan, termasuk proses kelaparan dan pembakaran kalori. Saat kamu diet dan terjadi penurunan berat badan dan lemak tubuh, akan menyebabkan penurunan kadar hormon tertentu, seperti hormon leptin (pemberi sinyal kenyang), dan peningkatan hormon ghrelin (pemberi sinyal lapar).

Untuk pencegahan, jaga pola makan selepas diet agar berat badanmu terjaga. Kepribadian dan faktor psikologis juga berperan dalam kemampuan seseorang untuk mengelola rasa lapar.