Hindari Peluang Terkena Alzheimer dengan Membaca

Hindari Peluang Terkena Alzheimer dengan Membaca
Hindari Peluang Terkena Alzheimer dengan Membaca

Pernah mendengar istilah Alzheimer? Di Indonesia, Alzheimer populer dengan sebutan pikun. Banyak yang mengira, kondisi yang kerap terjadi pada usia lanjut (lansia) itu adalah hal wajar. Padahal, tidak.

Pada dasarnya, Alzheimer adalah penyakit berypa gangguan fungsi kognitif pada otak dengan gejala umum kesulitan berpikir dan mengingat berbagai hal, merasa bingung secara terus menerus, dan sulit berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan.

Jika kondisi tersebut memburuk, Alzheimer bisa berkembang menjadi Demensia yang berpengaruh pada perubahan kepribadian sehingga tidak mampu menjalankan berbagai kegiatan sehari-hari. Jangan salah, meski biasanya terdiagnosis di usia 60 tahun ke atas, ternyata usia muda pun bisa mengalaminya.

Meski belum ditemukan obatnya, banyak cara untuk mencegah kepikunan ini. Salah satunya adalah membaca. Hasil riset terkini membuktikan bahwa otak suka tantangan. Membaca menjadi kegiatan yang mampu merangsang sel otak, salah satunya dendrit (komponen sel saraf otak atau neuron).

Hasil penelitian lainnya membuktikan, membaca, mengisi teka teki silang dan menulis mampu menurunkan gejala Alzheimer karena kegiatan-kegiatan tersebut dapat mengurangi akumulasi beta-amyloid atau protein berbahaya di otak yang ditemukan pada penderita Alzheimer.

Demikian, organ otak menjadi lebih kuat menangkal serangan berbagai penyakit yang menyerangnya. Namun ingat, membaca yang dimaksud adalah membaca hal-hal positif. Karena kalau kamu membaca hal-hal negatif, dampaknya justru bisa merusak otak.

Begitu juga bermain teka teki silang dan menulis. Untuk menjawab teka-teki dan menulis, kamu tentu membutuhkan banyak referensi, wawasan dan pengetahuan, salah satunya bisa kamu dapat dari rajin membaca.

Jadi, tidak ada salahnya melatih otak dengan kegiatan yang murah meriah itu mulai sekarang. Jangan tunggu sampai gejala Alzheimer muncul!