Ini Hubungan Usia, Penghasilan dan Tujuan dalam Investasi Properti

pindah rumah
pindah rumah

Ada banyak faktor yang memengaruhi investasi. Salah satu faktor yang mungkin banyak orang belum pahami sepenuhnya adalah usia. Padahal, dengan memahami faktor yang satu ini, kamu bisa menentukan investasi apa yang tepat.

Ada hubungan kuat antara usia dengan investasi properti. Fakta ini terungkap dalam siaran pers hasil survei Rumah.com bertajuk 'Property Affordability Sentiment Index H1-2018'.

"Biaya masuk ke pasar properti tinggi. Di saat bersamaan, banyak anak muda (milenial) ingin membeli rumah pertama untuk tempat tinggal. Akhirnya, biaya tinggi ini memenuhi benak konsumen muda yang rata-rata masih menata keuangannya," paparnya.

Namun, lanjut Ike, seiring waktu dan membaiknya keuangan, mereka sadar dan mulai berpikir untuk melakukan investasi. Hasil survei menunjukkan, 62% responden merupakan pencari rumah pertama dan upgrader (orang yang pindah ke rumah dengan luas dan lokasi lebih baik).

Sementara itu, hanya 17% yang merupakan investor. Sisanya mencari properti untuk tempat usaha. Kemudian, terungkap pula bahwa ada hubungan kuat antara tujuan membeli properti, usia dan penghasilan responden.

Hasil riset menunjukkan, responden milenial lebih banyak berada dalam kategori pembeli rumah pertama, sementara para investor berasal dari responden yang lebih berumur. Masih dari hasil survei yang sama, milenial ini memiliki rentang usia 20-29 tahun.

Diantara mereka, sebanyak 69% ingin membeli rumah pertama dan 12% berniat investasi dengan membeli rumah. Sementara itu, 48% milenial tua (30-39 tahun) mencari rumah pertama dan 21% berniat investasi.

Investor properti paling banyak berasal dari golongan usia di atas 49 tahun, yakni sebesar 33%. Hanya 16% yang masih akan membeli rumah pertamanya. Dari sisi penghasilannya, 59% responden berpenghasilan di bawah Rp7 juta berniat membeli rumah pertama dan 12% berniat investasi.

Dari kalangan berpenghasilan menengah (Rp7 juta-Rp15 juta), 47% masih mencari rumah pertama, sedangkan 23% sudah berani berinvestasi. Dari kalangan berpenghasilan tinggi (di atas Rp15 juta), sebesar 47% berniat berinvestasi di bidang properti.