Jangan Gunakan Foto Selfie Dalam Surat Lamaran Kerja

Jangan Gunakan Foto Selfie Dalam Surat Lamaran Kerja
Jangan Gunakan Foto Selfie Dalam Surat Lamaran Kerja

Pasar kerja Indonesia saat ini memang sudah terlalu padat. Bayangkan, data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,45 juta orang di Februari 2015 lalu.

Lebih rinci, tingkat pengangguran terbuka (TPT) didominasi penduduk lulusan SMK (9,05%), SMA (8,17%), Diploma I/II/III (7,49%) dan Universitas (5,34%). Untuk TPT terendah adalah, penduduk dengan pendidikan SD dengan persentase 3,61%.

Jumlah lulusan SMA, SMK serta Universitas yang terus bertambah tiap tahun mempengaruhi angka pengangguran di Indonesia. Menariknya, mereka dengan pendidikan SD kebawah memiliki persentase TPT lebih rendah dari mereka yang memiliki level pendidikan lebih tinggi.

Di PT Bank Central Asia Tbk (BCA), tiap tahun ada 250 ribu lamaran kerja masuk. Para pelamar ini mengirim surat lamaran lewat bermacam jalur. Menurut Chief Manager Learning and Development Division BCA Hendra Tanumihardja, dari total lamaran itu, 93% masuk lewat situs, 6% lewat job fair dan 1% lewat campus hiring.

Hendra bilang, karena lulusan perguruan tinggi sudah terlalu banyak, mau tidak mau, para lulusan ini harus bersaing.

"Jangan sampai punya IP (Indeks Prestasi) tinggi, namun tak memiliki pekerjaan. Dari 250 ribu lamaran yang masuk, hampir semuanya memiliki isi serupa, bahkan banyak pelamar salah menulis nama perusahaan," ungkap Hendra.

Bagi Hendra, pelamar harus tampil beda menunjukan nilai yang ia miliki. Sebab, dari ribuan lamaran, hal pertama yang dilihat perusahaan bukan lagi nama atau hobi, melainkan packaging lamaran, termasuk foto.

Pelamar sering melakukan kesalahan dengan menggunakan foto selfie dengan pose dan ekspresi tak wajar. Misalnya, selfie dengan pakaian daerah, foto hampir seluruh badan, foto menggunakan tas, hingga mencantumkan foto dengan ekspresi menjulurkan lidah.

"Hal-hal tersebut menimbulkan kesan tidak profesional," pungkasnya.