Jangan Tergiur Bunga Rendah, Pilih KPR dengan Selektif (2)

Jangan Tergiur Bunga Rendah, Pilih KPR dengan Selektif (2)
Jangan Tergiur Bunga Rendah, Pilih KPR dengan Selektif (2)

Setelah lebih memahami soal uang muka, tenor cicilan, dan fungsi investasi rumah, pembahasan selanjutnya mengenai pelunasan cicilan itu sendiri.

Jangka waktu pinjaman merupakan pertimbangan utama lainnya bagi calon debitur saat mengajukan KPR atau KPA. Beberapa bank, saat ini menawarkan bunga tetap maksimal hingga lima tahun, bahkan ada yang memberi bunga tetap hingga 10 tahun.

Tenor ini harus disesuaikan dengan profil calon debitur. Misalnya, calon debitur pengusaha tidak cocok untuk promo bunga tetap dengan tenor panjang. Alasannya, penghasilan pengusaha tidak tetap, satu waktu bisa tinggi dan bisa sekaligus membayar cicilan dalam jumlah besar.

Sedangkan untuk karyawan, paling cocok adalah promo bunga tetap dengan tenor panjang. Karyawan memiliki penghasilan bulanan yang lebih tetap. Maka, bunga tetap tenor panjang tidak akan memberatkan dan memudahkan perencanaan keuangan masa depan.

Pastikan pula keberadaan program percepatan pelunasan KPR, terlebih bila debitur punya kemampuan untuk melunasi cicilan lebih cepat. Hal ini agar debitur tak terbuai bunga ringan dan tenor panjang.

Biasanya, debitur karyawan punya potensi melakukan pelunasan lebih cepat berkat bonus tahunan dari kantor. Bonus ini bisa berguna untuk pelunasan kredit agar lebih cepat selesai.

Untuk debitur pengusaha, karena penghasilan bisa jauh lebih besar, pelunasan bisa jauh lebih cepat. Pakar keuangan Pandji Harsanto bilang, tujuan mempertimbangkan percepatan pelunasan adalah, selain agar utang cepat lunas juga untuk meringankan beban.

Ia menambahkan, debitur tak perlu takut penalti percepatan, asal masih masuk akal, jangan segan untuk mempertimbangkannya. Menurut Pandji, tenor ideal pengambilan KPR adalah maksimal 12 tahun.

Bila lebih dari itu, beban bunga cicilan akan lebih besar dari cicilan pokok. Pilihan untuk pelunasan lebih cepat akan memberi kesempatan pada debitur untuk memiliki properti kedua atau ketiga. Aturan dasarnya, besar cicilan tak boleh lebih dari 30% total pendapatan.

Bagaimana, sudah memikirkan memiliki properti?