Jelang New Normal, Penggunaan Hand Sanitizer Masih Kerap Salah

Ilustrasi
Ilustrasi

Memasuki fase normal baru, sejumlah tempat publik seperti pasar, mal, dan perkantoran sudah mulai dibuka kembali. Saat beraktivitas di ruang publik, protokol kesehatan tetap harus dipatuhi.

Selain menggunakan masker untuk menutupi mulut dan hidung, hand sanitizer juga menjadi salah satu barang bawaan wajib saat beraktivitas di luar rumah. Sebab cairan antiseptik ini dapat membantu mejaga kebersihan tangan saat kamu tidak ada akses untuk mencuci tangan dengan air dan sabun.

Memang, hand sanitizer ampuh untuk menjaga kebersihan tangan asalkan penggunaannya tepat. Sayangnya, masih banyak yang salah kaprah saat menggunakannya.

Apa saja kesalahannya? Yuk simak fakta-fakta di balik penggunaan hand sanitizer berikut ini.

Banyak yang asal gosok

Sesungguhnya hand sanitizer digunakan hanya saat kamu tidak ada akses untuk mencuci tangan dengan air dan sabun. Saat menggunakannya, jangan cuma asal gosok saja. Pastikan cairan sudah merata dan gosok ke seluruh pemukaan telapak tangan, punggung tangan, hingga sela-sela jari.

Masih ingat dengan anjuran cuci tangan yang benar? Nah, cuci tangan dengan air dan sabun saja dianjurkan 20 detik agar virus benar-benar mati. Apalagi kalau hand sanitizer? Maka dari itu, biar efektif, gosok tangan dengan benar dan jangan pelit-pelit pakainya ya.

Jangan gunakan saat tangan kotor

Salah kaprah berikutnya adalah penggunaan hand sanitizer saat tangan kotor. Kotor yang dimaksud di sini bukan karena telah memegang banyak benda asing ya, tapi berlumur kotoran, misalnya lumpur, tanah, minyak, dan lain sebagainya.

Penggunaannya pada tangan yang berlumur kotoran tidak akan efektif dalam membunuh bakteri atau virus. Maka sebaiknya kamu langsung mencucinya saja dengan air mengalir dan sabun selama 20 detik.

Terlalu berlebihan

Jaga kebersihan tangan boleh-boleh saja kok, tapi jangan sampai lebay juga. Jangan terlalu sering menggunakan hand sanitizer, apalagi jika kamu habis memegang sesuatu yang berpotensi menularkan bakteri atau virus.

Penggunaan hand sanitizer yang berlebihan atau terlalu sering, justru dapat menimbulkan resistensi dari bakteri atau virus yang ada di tanganmu. Ujung-ujungnya mereka jadi kebal, dan penggunaan hand sanitizer menjadi tidak efektif lagi.

Tidak menerapkan protokol kesehatan lain

Apalah artinya menjaga kebersihan tangan kalau kita semua tidak menerapkan protokol kesehatan lain yang dianjurkan? Ingat, sumber utama penularan COVID-19 berasal dari cairan (droplet) bersin atau batuk orang lain.

Maka penggunaan hand sanitizer berapa botol pun akan mejadi sia-sia jika tidak disertai dengan penggunaan masker, menjaga jarak, dan mengurangi aktivitas di luar rumah.

Itu tadi sejumlah salah kaprah di balik penggunaan hand sanitizer yang wajib kamu ketahui. Yuk patuhi protokol kesehatan. Semakin kita patuh terhadap anjuran-anjuran tersebut, semakin cepat juga pandemi ini akan berakhir.

Jangan lupa untuk menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi. Konsumsilah madu karena bisa meningkatkan imun tubuh serta mejaga staminamu saat beraktivitas di luar rumah.

Sejak lama, madu memang jadi favorit banyak orang. Manfaatnya begitu beragam dan berlimpah. Tak heran jika jenis bahan yang satu ini banyak dipakai untuk mengobati berbagai jenis penyakit.

Biar irit, beli madunya di outlet Natural Farm saja. Soalnya sedang ada promo potongan harga Rp50 ribu untuk pembelian produk Manuka Farm dan Manuka Health menggunakan Reward BCA.

Promo ini berlaku untuk semua jenis Kartu Kredit BCA kecuali Kartu Kredit BCA Singapore Airlines dan Corporate card.

Dapatkan detail promonya di tautan ini.