Kabar Baik Buat yang Setengah Tahun Enggak ke Bioskop

Ilustrasi
Ilustrasi

Kapan terakhir ke bioskop? Sedih enggak sih sama pertanyaan ini? Apalagi kalau film terakhir yang kamu tonton di bioskop jeleknya ampun-ampunan.

Kerinduan nonton di bioskop memang lagi jadi masalah sejuta umat. Adanya pandemi membuat hobi yang satu ini harus ditiadakan dulu. Pasalnya enggak cuma bioskop konvensional, layar tancap yang bisa menampung lebih banyak orang juga lagi dilarang.

Ya, saking senangnya sama nonton film, orang Indonesia memanfaatkan segala layanan untuk memenuhi kebutuhannya itu.

Mengutip riset dari sebuah buku berjudul Wacana Sinema: Menonton Penonton yang diterbitkan Dewan Kesenian Jakarta, penonton Indonesia bahkan senang juga menikmati film lewat platform selain bioskop seperti streaming berbayar (41%), layanan TV kabel (54,2%), bioskop alternatif (23,1%), atau festival film (16%).

Ya meski tetap saja sih, bagi sebagian orang, menonton di bioskop adalah pengalaman tak tergantikan.Ya habis bagaimana dong. Layarnya besar. Suaranya berkualitas. Kursinya nyaman. Apalagi coba?

Jadi enggak usah heran, sebuah penelitian di New Jersey, AS, mengatakan, penonton lebih suka menonton di bioskop daripada di rumah yang diatur seperti teater—walaupun film yang ditonton sama.

Jadi adakah obatnya?

Baru-baru ini, kabar akan adanya drive-in cinema di Jakarta menyita perhatian pecinta film layar lebar. Katanya sih, pengelola acara Ergo and Co. sedang mengaturnya dan didesain sedemikian rupa agar tidak melanggar aturan social distancing.

Wah, jika benar-benar ada, konsep menonton dari dalam mobil ini bisa jadi solusi nih buat yang rindu nonton bioskop. Tapi asalkan tertib ya.

Drive-in cinema sendiri memang bukan hal baru. Di dunia sudah banyak yang menerapkan konsep tersebut.

Malahan di Amerika Serikat, drive-in cinema yang biasanya sepi penonton sekarang hampir selalu penuh. Data dari United Drive-In Theater Owners Association (UDITOA), jumlah penyedia layanan yang kembali beroperasi bertambah setiap pekan. Sama halnya di Korea Selatan, yang angka penjualannya bahkan meningkat 10-20%.

Dulu Pernah Ada

Meski terkesan baru, drive-in cinema ini sebenarnya pernah ada pada 1970-an. Saat itu, Ciputra pernah membangun drive-in cinema di kawasan Ancol, Jakarta Utara.

Bioskopnya terbuka seluas lima hektare dan mampu menampung 800 mobil. Dulu, drive-in cinema di Jakarta adalah yang terbesar di Asia Tenggara. Keren, kan?

Awalnya sih, cuma orang-orang bermobil saja yang bisa ikut nonton. Tapi lama-lama mereka yang tidak punya mobil juga bisa ikutan.

Saking terkenalnya, drive-in cinema di Ancol pernah jadi tempat konser macam Stevie Wonder. Tapi zaman lalu berubah.

Tren drive-in cinema lalu menurun dan mulai ditinggalkan masyarakat. Ciputra pun merombaknya jadi pusat perbelanjaan.

Kini, saat pandemi terjadi, kerinduan menonton layar lebar tiba-tiba melahirkan gagasan drive-in cinema. Bagi generasi milenial dan Gen Z, hal ini mungkin bisa jadi pengalaman baru—meski belum tentu bisa sama nikmatnya dengan menonton di bioskop.

Sekarang, sambil menanti realisasinya, kita nikmati saja dulu bioskop di rumah. Manfaatkan layanan streaming yang legal, biar enggak kena kejahatan phising.

Sekarang ada banyak promo kok untuk langganan internet. Cek langsung di promo Berkahnya #RamadanDiRumah.

Sabar, selepas pandemi, nanti kita nonton sama-sama lagi.