Kok Ada yang Masih Bingung Pilih HP Baru atau Reksa Dana?

Ilustrasi
Ilustrasi

Pernah enggak sih kamu mendengar curhatan teman yang selalu saja mengeluh di akhir bulan? Biasanya mereka pusing karena gajian rasanya lama betul. Apa jangan-jangan hal ini malah terjadi sama kamu?

Siapapun itu, cerita-cerita seperti ini biasanya terus terulang. Bahkan meski gaji sudah naik pun, keluhan-keluhan macam tadi bakal tetap ada. Penyebabnya klasik, saat pendapatan naik, gaya hidup dan pola belanja juga turut naik.

Misalnya saja, yang tadinya menyewa kos seharga Rp1 juta, karena gaji naik, pindah ke kos seharga Rp2 juta. Atau yang tadinya tak pernah konsumtif beli HP, sekarang gatal selalu ingin beli HP keluaran terbaru. Kalau begitu terus sih harusnya jangan heran bila tiap akhir bulan bakal mengeluh gaji kurang.

Sayangnya, meski sadar bahwa sikap konsumtif itu tak baik, rasanya sulit sekali untuk keluar dari jalur. Belanja lanjut terus. Kafe tak boleh putus. Ujung-ujungnya, pendapatan dan pengeluaran tetap impas dan bye-bye menabung, bye bye investasi.

Tahukah kamu, bahwa orang-orang supertajir di dunia justru tidak melakukannya. Mereka, sekalipun punya kekayaan bak sultan, tetap fokus untuk menjaga arus neraca keuangan agar kekayaannya tetap awet.

Mereka tidak tergoda untuk membeli barang mahal. Padahal, kalau mereka mau, sebenarnya mudah saja untuk membelinya.

Misalnya saja Warrent Buffett. Orang nomor tiga terkaya di dunia ini memilih tetap tinggal di rumah yang dia beli sejak 1958. Padahal kalau Buffett ingin, ia bisa saja beli rumah termewah di Amerika.

Bukan itu saja, Buffett juga enggak hidup berlebihan. Buktinya, anggaran sarapannya saja tidak lebih dari US$3,17 atau setara Rp44 ribu.

Mark Zuckerberg pun sama. Pendiri Facebook itu tetap mengendarai mobil Acura TSX hitam lawas ketimbang membeli mobil baru.

Nah, kebiasaan-kebiasaan seperti ini yang membuat orang-orang supertajir itu mampu melipatgandakan kekayaannya. Sebab, mereka tidak hidup boros.

“Kuncinya, beli apa yang kamu butuhkan, bukan apa yang kamu inginkan, sekalipun kamu berpenghasilan lebih,” ujar Suze Orman, pakar personal finance, seperti dikutip dari CNBC.

Saat kamu punya penghasilan lebih, jangan gunakan untuk membeli barang-barang baru. Mending uang tadi kamu gunakan untuk membeli produk investasi, misalnya reksa dana.

Alasannya simpel, produk reksa dana akan terus berkembang, sedangkan barang-barang baru akan terus menyusut. Ya, kan?

Jadi sekarang mana yang kamu pilih? beli HP baru padahal HP lama masih bagus atau investasi?

Sekarang investasi makin gampang, lho. Bahkan kamu bisa melakukannya Cuma lewat smartphone. Coba saja unduh aplikasi Wealth Management atau WELMA dari BCA.

Apalagi kalau beli reksa dana sekarang, kamu bisa dapat cashback hingga 100%. Penasaran? Klik promonya di tautan ini.