Lahir Miskin Bukan Alasan Tidak Bisa Menjadi Kaya

miliarder
miliarder

Tak ada satu orang pun bisa memilih untuk lahir di keluarga seperti apa. Namun, tiap orang selalu punya pilihan mengenai bagaimana mereka menjalani hidup, mau tetap hidup susah atau menjadi kaya.

Para miliarder ini adalah bukti bahwa terlahir miskin bukan alasan untuk tidak bisa menjadi kaya. Mengutip Business Insider, berikut kisah inspiratif miliader yang bisa menjadi motivasi untuk maju.

Oprah Winfrey

Oprah lahir dari keluarga miskin. Ia mengawali karier sebagai koresponden TV Afrika-Amerika di Nashville. Wanita kelahiran Mississippi itu pun mendapat beasiswa di Tennessee State University. Pada 1983, Oprah pindah ke Chicago dan membuat talk show The Oprah Winfrey Show. Kini, kekayaan bersih Oprah mencapai US$2,8 miliar.

Howard Schultz

Dalam wawancara Mirror, Howard bilang, ia sempat harus bekerja keras memanjat 'tembok tinggi' untuk mencapai posisi saat ini. "Saya mungkin memiliki setelan dan dasi mahal. Tetapi, saya sadar dari mana saya berasal," ujarnya.

Howard mendapat beasiswa dari hobi sepak bola di Universitas Northem Michigan dan mulai bekerja di Xerox setelah lulus. Beberapa waktu kemudian, ia mengambil alih kedai kopi bernama Starbucks yang waktu itu punya 60 toko. Pada 1987 ia menjadi CEO dan membuat Starbucks memiliki lebih dari 16 ribu toko di seluruh dunia. Saat ini, kekayaan bersih Howard mencapai US$2,8 miliar.

Jan Koum

Kelahiran Kyiv, Ukaina ini pada usia 16 tahun harus menyapu lantai di sebuah toko lokal untuk bertahan hidup. Menurut laporan Independent, Jan mengaku ia otodidak belajar keterampilan komputer. Pada 2009, ia mendirikan layanan pesan instan WhatsApp yang kemudian dibeli Facebook seharga US$22 miliar pada 2014. Kini, kekayaan mencapai US$9,1 miliar.

Larry Ellison

Kelahiran Brooklyn, New york, ini dibesarkan bibi dan pamannya di Chicago. Setelah bibinya meninggal, Ellison putus kuliah dan pindah ke California dan bekerja serabutan selama delapan tahun. Pada 1977, dia mengembangkan perangkat lunak Oracle yang kini menjadi salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia. Kekayaan bersih Larry kini mencapai US$55,6 miliar.

Roman Abramovich

Taipan bisnis asal Rusia pemilik klub sepak bola Chelsea ini menjadi yatim piatu di usia dua tahun dan dibesarkan pamannya di Rusia utara. Ketika menjadi mahasiswa di Moscow Auto Transport Institute pada 1987, dia memulai perusahaan kecil produsen mainan plastik.

Bisnis itu membantunya menemukan bisnis minyak. Kemudian, sebagai pemimpin tunggal perusahaan Sibneft, ia menyelesaikan merger dan perusahaannya menjadi perusahaan minyak terbesar keempat di dunia. Perusahaan itu dijual ke Gazprom pada 2005 seharga US$13 miliar. Kini, kekayaannya mencapai US$11,6 miliar.