Mabar Kuy, Cara BCA Dukung Ekosistem eSport di Indonesia

Rendy Alimudin, Assistant Vice President Marketing Komunikasi PT Bank Central Asia (BCA)
Rendy Alimudin, Assistant Vice President Marketing Komunikasi PT Bank Central Asia (BCA)

Saat ini, pandangan masyarakat terhadap pemain game sudah berubah. Dulu, kegiatan ini dipandang hanya buang-buang waktu. Kini, olahraga game atau disebut juga eSport (electronic sport) menjadi primadona baru bagi anak muda untuk menjadi atlet berprestasi, bahkan menghasilkan banyak uang.

Industri Esport di Indonesia bisa dibilang sangat menjanjikan. “Transaksi pembelian voucher game di Indonesia hampir mencapai Rp15 triliun,” ujar Rendy Alimudin, Assistant Vice President Marketing Komunikasi PT Bank Central Asia (BCA), saat acara komunitas Mabar Kuy dalam Social Media Week 2019 di Senayan City, Jakarta Pusat, pada Kamis (14/11/2019).

Angka Rp15 triliun menjadikan Indonesia sebagai negara dengan pembelian voucher game tertinggi di Asia Tenggara. Namun, kita baru mencapai urutan 6 di Asia dan 17 di dunia. Artinya, potensi eSport di negeri ini masih sangat luas, mengingat Indonesia adalah negara berpenduduk terbanyak keempat di planet ini.

Hal ini disadari betul oleh BCA. Bank swasta terbesar di Indonesia ini menjadi sponsor Piala Presiden Esport 2019. Selain itu, BCA juga mengadakan acara komunitas Mabar Kuy sejak 2018. Mabar merupakan singkatan dari “main (game) bareng”.

Berkat acara tersebut, BCA melihat potensi besar anak muda yang jago main game dan bisa membanggakan Indonesia. Rendy menjadi saksi ketika tim Evos, salah satu tim eSport paling hebat di negeri ini, bisa kelimpungan melawan anak-anak komunitas.

Dari delapan kota yang menjadi tempat acara Mabar Kuy, Evos kalah di tiga kota. “Padahal pesertanya random saja. Komunitas itu memiliki banyak talenta yang bagus. Yang jadi PR, bagaimana mereka bisa diedukasi untuk jadi lebih baik,” jelas Rendy.

Potensi lain yang dilihat oleh Rendy adalah saat gamer sekaligus Youtuber Jess No Limit berhasil memenangi “Digital Persona of the Year 2019” dalam acara Indonesian Choice Awards 5.0 yang diselenggarakan NET TV. Jess mengalahkan Deddy Corbuzier, selebriti populer yang sudah belasan tahun malang melintang di industri hiburan.

Untuk mengasah potensi eSport di Indonesia, BCA ingin membangun ekosistem yang lebih bagus. “Belum ada brand yang join eSport dan berhasil. Kami bisa dibilang all out untuk menciptakan ekosistem Esport sendiri,” ujar Rendy.

Ke depan, BCA ingin meneruskan mendukung Esport Indonesia hingga industrinya sudah mature. Apa patokannya?

“Sampai mereka bisa bertahan seperti klub sepakbola. Bisa bertahan sampai seperti Liga 1. Sehingga mereka terus-terusan bisa jadi klub yang membanggakan Indonesia. Pada saat kompetisi worldwide atau regional itu yang menang Indonesia. Semua game, kalau bisa Indonesia menang. Atau bersaing untuk bisa yang paling hebatlah,” tutup Rendy.