Makanan dan Minuman yang Baik Saat Isoman Menurut Ahli Gizi

Ilustrasi pasien yang sedang isolasi mandiri di rumah sedang menerima pesanan makanan via online.
Ilustrasi pasien yang sedang isolasi mandiri di rumah sedang menerima pesanan makanan via online.

Menjaga pola makan adalah hal yang sangat penting bagi pasien COVID-19, terutama yang sedang isolasi mandiri (isoman) di rumah. Sebab, jika di rumah sakit masih ada perawat yang mengurus asupan makanan, tapi kalau isoman, kamu sendiri yang mengurusnya.

Secara umum memang tidak ada larangan makan makanan tertentu saat terinfeksi COVID-19. Kecuali yang bersangkutan juga menderita penyakit lain.

Namun ada makanan yang dapat meningkatkan sistem imun sehingga proses penyembuhan bisa lebih cepat. Ada juga makanan yang dapat menurunkan imunitas sehingga memperlambat penyembuhan.

Nah, berikut tips memilih makanan saat isoman menurut ahli gizi UGM Dr. Lily Arsanti.

1. Buah

Pilih yang tahan lama seperti pisang, apel, anggur, dan jeruk yang dapat memberikan kekebalan. Agar tak bosan, kamu bisa pilih buah beku yang kaya serat seperti nanas, mangga, dan persik yang mengandung fitonutrien, atau buah beku kering seperti berry yang kaya vitamin dan mineral.

2. Sayuran

Sayuran seperti bayam dan kembang kol baiknya jadi fondasi sebagian besar makanan kamu selama isoman. Pilihan lainnya ada kangkung dan wortel untuk variasi. Sayuran kalengan seperti zaitun juga baik, asalkan pilih varietas tanpa tambahan garam atau gula.

Jangan terlalu lama memasak sayuran karena vitamin pentingnya bisa hilang. Batasi jumlah garam dan bumbu natrium tinggi (misalnya kecap dan kecap ikan), atau baiknya gunakan garam beryodium.

3. Biji-bijian

Sesekali kamu dianjurkan mengonsumsi biji-bijian dan kacang-kacangan seperti jagung yang belum diolah, millet, oat, gandum, beras merah atau umbi atau akar bertepung seperti kentang, ubi, talas atau singkong.

4. Protein

Untuk daging, kamu masih boleh makan daging merah setidaknya 1-2 kali seminggu atau daging unggas 2 −3 kali per minggu. Namun porsi garam dan lemaknya harus dikontrol. Begitu pula dengan ikan. Fokuslah pada proteinnya. Gampangnya, pilihlah ikan seperti tuna, salmon, dan sarden. Bisa juga dari telur rebus.

5. Air

Air sangat penting karena dapat mengangkut nutrisi dan senyawa dalam darah, mengatur suhu tubuh, membuang limbah, serta melumasi dan menyangga sendi. Minum 8–10 gelas air setiap hari.

Air putih memang pilihan terbaik, tapi kamu juga bisa mengonsumsi minuman lain, misalnya jus tanpa pemanis, susu rendah lemak, teh, atau bahkan kopi.

Tetapi hati-hati untuk tidak mengonsumsi terlalu banyak kafein, dan hindari jus buah manis, sirup, konsentrat jus buah, minuman bersoda, dan minuman yang mengandung banyak gula.

6. Camilan

Untuk makanan alternatif, kamu masih boleh makan pasta dan mi untuk menemani sayuran dan sumber protein lain. Gorengan juga boleh, asal pastikan tidak digoreng menggunakan minyak yang sudah digunakan berkali-kali (jelantah) karena dapat menurunkan imun.

Kemudian untuk roti dan sejenisnya, pilihlah roti gandum bebas gulten 100 persen, sereal gandum utuh, atau cracker berbahan dasar biji-bijian.

Itulah tadi berbagai makanan yang baik dikonsumsi saat isolasi mandiri di rumah. Jika kamu memiliki gejala spesifik seperti diare, hindari dulu makanan pedas dan sulit dicerna.

Apalagi bila kamu memiliki penyakit bawaan. Hindari lemak trans yang diproduksi secara industri. Ini sering ditemukan dalam makanan olahan, makanan cepat saji, makanan ringan, gorengan, pizza beku, pai, kue, margarin, dan selai.

Hindari juga asupan minuman ringan atau soda dan minuman lain yang tinggi gula (misalnya jus buah, konsentrat dan sirup jus buah, susu beraroma, dan minuman yogurt). Begitu pula camilan manis seperti biskuit, kue dan coklat.

Yuk semangat untuk sembuh. Informasi ini juga berlaku untuk kamu yang ingin mengirimkan makanan ke kerabat atau anggota keluarga yang sedang isoman di rumah ya.

Smart Money

Platform media masa kini yang memberikan insight seputar ekonomi, bisnis, industri dan gaya hidup.