Memilih Jadi Pekerja Full Time atau Freelance?

Memilih Jadi Pekerja Full Time atau Freelance?
Memilih Jadi Pekerja Full Time atau Freelance?

Dalam dunia kerja, tak jarang setiap orang akan dihadapkan pada dua situasi untuk memilih apakah akan menjadi pekerja full timer dengan status pegawai --kontrak dan tetap-- atau pekerja paruh waktu (freelance)?

Baik menjadi pekerja tetap ataupun paruh waktu, keduanya memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri. Bicara jam kerja misalnya, pekerja tetap akan memiliki jam kerja pasti dan jam kerja tambahan sesuai kebutuhan perusahaan. Sementara jam kerja freelance bisa lebih fleksibel. Bisa jadi seorang freelancer memiliki jam kerja yang lebih padat atau mungkin lebih longgar daripada mereka yang berstatus sebagai karyawan tetap.

Mana yang paling menguntungkan di antara kedua pilihan tersebut? Silakan tentukan sendiri.

Fleksibiltas Waktu

Menjadi freelancer terkesan memiliki waktu yang lebih banyak dibandingkan dengan pegawai kantor. Hal ini terjadi karena pekerja freelance lebih leluasa dalam menentukan sendiri waktu bekerja dan tidak terikat jam kerja kantoran. Namun, menjadi freelancer bukan tanpa kekurangan, ada freelancer yang hanya bekerja 3 sampai 4 jam sehari, tetapi ada juga yang bekerja lebih dari 12 jam setiap hari.

Sementara, pegawai kantoran memiliki jam kerja yang cenderung sama dari hari ke hari, kecuali jika ada lembur atau dinas di luar hari kerja. Ditambah jika pegawai kantoran bekerja di luar jam kerja yang disepakati, biasanya mendapat biaya tambahan seperti uang lembur.

Tekanan dari Atasan

Salah satu pembeda antara pegawai dan freelancer adalah kadar tekanan dari atasan. Pegawai biasanya lebih mendapat tekanan lebih besar dari atasan. Belum lagi jika divisi pegawai tersebut berpacu dengan target tertentu, seperti divisi penjualan. Sementara freelancer, lebih bisa meminimalkan faktor tekanan dari atasan.

Penghasilan Bervariasi

Urusan penghasilan, status pegawai akan selalu menerima gaji yang tetap setiap bulan sesuai dengan perjanjian kontrak kerja yang dibuat dengan perusahaan tempat Anda bekerja. Berbeda dengan freelancer, yang bebas menentukan harga di setiap tempat kerja mereka. Meski freelancer menerima pesanan dari banyak perusahaan, penghasilan mereka tetap tergantung kepada jenis dan jumlah pesanan pekerjaan yang diterima. Ada kalanya freelancer menerima setumpuk bayaran sekaligus, namun di bulan-bulan sepi pesanan bisa jadi jumlah penghasilan mendekati nol. Buat kamu yang ingin memiliki kepastian penghasilan setiap bulan, maka menjadi freelancer bukanlah pilihan yang tepat.

Berdasarkan penjabaran di atas kira-kira mana yang lebih cocok dengan kepribadian Anda? Freelance atau full time?

MORE FROM MY SITE