Mencegah Kelas Menengah Masuk Jebakan Keuangan

Mencegah Kelas Menengah Masuk Jebakan Keuangan
Mencegah Kelas Menengah Masuk Jebakan Keuangan

Gaji yang stagnan dan biaya hidup yang terus naik membuat seseorang harus pintar mengelola keuangan. Menabung saja tidak cukup. Kita juga harus pandai merencanakan dan mengelola keuangan agar tidak terjebak jebakan keuangan.

Kelas menengah, sering terjebak secara keuangan. Hal ini membuat mereka merasa harus terus bekerja ketika usia mereka sudah tidak lagi muda. Mereka juga terus merasa kurang secara keuangan.

Perencana keuangan Ash Toumayants seperti dikutip Investopedia punya beberapa kiat.

Cek Pengeluaran untuk Makan

Mengawasi besar konsumsi menjadi bagian penting perencanaan keuangan. Apalagi, sebagian besar pengeluaran bulanan memang habis untuk konsumsi ini. Kamu perlu mengecek pengeluaran makan malam atau makan siang di luar.

Bila memungkinkan, kurangi frekuensinya. Langkah ini perlu kamu lakukan meski gajimu terbilang besar. Kalau kamu melakukan hal ini dalam dua bulan, kamu akan terkejut seberapa banyak uang yang bisa kamu hemat dari pos makan saja.

Pengeluaran Besar untuk Kesehatan

Selain makanan, biaya kesehatan juga masuk anggaran terbesar dan memberatkan. Dalam satu tahun, inflasi biaya kesehatan bisa naik tinggi. Biaya kesehatan tak akan mungkin menutup kenaikan gaji berkalamu.

Karena itu, kamu harus menyiapkan dana darurat. Ada beberapa perencana keuangan menyarankan dana darurat untuk kesehatan pada anggaran pertama. Selanjutnya, kamu bisa menyiapkan dana darurat untuk kepentingan lain seperti kemungkinan PHK, ganti kendaraan atau perbaikan rumah.

Kredit Kepemilikan Rumah

Target memiliki rumah menjadi salah satu anggaran besar. Karena itu, beberapa orang lebih memilih sewa karena lebih menguntungkan dan hemat. Tapi sekali lagi, itu bukan solusi bagi semua orang.

Aturan membayar uang muka di muka dan cicilannya sering membuat keuangan kelas menengah masuk kategori kritis. Apalagi, kalau pada saat bersamaan, KPR ditambah persiapan pensiun dan dana darurat.

Sebenarnya, pembayaran uang muka 20% akan meringankan keuanganmu. Namun, kalau rumah yang kamu pilih lebih baik, tambahkan 10% dana. Dana ini juga berguna untuk renovasi rumah.

Apalagi kalau dalam dua tahun, setidaknya harga rumahmu bisa naik sampai 20%. Kenaikan ini bisa menutup biaya asuransi yang kamu bayarkan.

Ketegangan Keuangan

Ketika pendapatan naik, biasanya gaya hidup ikut naik. Kamu lebih sering makan di luar sehingga target keuangan menjadi tidak tercapai. Memiliki lebih sedikit utang harus menjadi target ke depan dibanding berdamai dengan banyak utang.

Meski sudah merencanakan serapi mungkin, seringkali sesuatu terjadi di luar kendali. Lalu harus seperti apa ketika mengalami stres secara keuangan? Menyelesaikan semua masalah dalam satu waktu memang tak bisa dilakukan.

Menaikkan pendapatan, juga tidak selalu benar. Kalau ini yang terjadi, akan lebih baik kamu meminta saran dari pihak ketiga seperti ahli keuangan. Dalam keuangan, masalah utamamu sebenarnya adalah soal harus membeli atau menabung.