Microsoft Bakal Akuisisi TikTok di Seluruh Dunia, kecuali Negara Ini

Sekarang, Bapak-Ibunya pun juga di-TikTok-in milenial
Sekarang, Bapak-Ibunya pun juga di-TikTok-in milenial

Belum usai ramai-ramai soal ingin diakuisisinya TikTok oleh Microsoft di Amerika Serikat, kini muncul kabar kalau perusahaan raksasa teknologi itu ternyata ingin mengakuisisi TikTok di seluruh dunia. Wah, gila juga ya.

Cerita bermula saat Presiden AS Donald J. Trump berang dengan dugaan bahwa TikTok telah mencuri informasi data diri warganya. Ia yakin kehadiran TikTok di AS dapat menimbulkan risiko keamanan nasional. Trump pun melontarkan ancaman kalau TikTok bakal dilarang di AS.

TikTok enggak diam saja. Mereka melakukan "perlawanan" terhadap ancaman boikot dari pemerintah AS. TikTok menekankan bahwa data pengguna yang berasal dari AS sudah disimpan di server-server yang berbasis di AS dan dicadangkan di Singapura. Sehingga, kebijakan penggunaan data pengguna tidak diatur oleh hukum China seperti yang dikhawatirkan pemerintah AS.

Namun Trump ternyata sudah kadung sebal. Ancaman tersebut sepertinya memang serius. Apalagi bila melihat perkembangan hubungan AS dengan China sekarang. Kamu juga ingat, kan bagaimana dulu Huawei kebakaran jenggot ketika Pemerintah AS melarang produknya masuk dan beredar di sana?

Hal ini lantas disikapi Microsoft. Mereka langsung mengambil langkah cepat dengan berencana mengakuisisi TikTok. Nah, jika sebelumnya kabar yang beredar mengatakan kalau Microsoft cuma ingin mengakuisisi operasional TikTok di empat negara, yaitu Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Selandia Baru, sekarang beda lagi.

Seperti dilansir dari Financial Times, Microsoft ternyata akan mengakuisisi operasional TikTok secara global. Wadidaw.

Perusahaan yang dipimpin CEO Satya Nadella tersebut bahkan memastikan sudah berdiskusi dengan ByteDance, perusahaan induk TikTok. Malah Satya, katanya, sedang diskusi juga sama Presiden Trump.

Tapi menariknya, akuisisi oleh Microsoft ini tidak terjadi di negara asal TikTok, China. Di negara tersebut, kalaupun tetap beroperasi, maka akan menggunakan nama Douyin.

Hmm…bakal seperti apa ya TikTok dipegang Microsoft? Bisa terjadi dalam waktu dekat, lho. Soalnya blog resmi Microsoft yang diunggah pada Minggu lalu mengklaim kalau mereka terus bergerak cepat dan berdiskusi dengan ByteDance.

Malah dalam hitungan minggu, proses akuisisi ditargetkan selesai selambat-lambatnya pada 15 September 2020.

Di Indonesia, TikTok sebenarnya sempat diblokir oleh pemerintah. Melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika, TikTok dinilai terlalu banyak memuat konten negatif dan tidak mendidik. Itulah kenapa TikTok sempat seperti “hilang” dan “lahir kembali”.

Baca: Fenomena TikTok: Dulu Dibilang Alay, Sekarang Digilai Banyak Orang

Sudah unduh TikTok? Pastikan kuota kamu cukup saat menikmati betapa kreatifnya pengguna TikTok.

Beli kuota lewat aplikasi BCA mobile aja. Enggak pakai keluar rumah, enggak pakai tunggu konfirmasi operator, enggak pakai gagal kirim.

Gampang kok, tinggal masukkan nomor, transaksi langsung berhasil deh.

Intip canggihnya BCA mobile di sini.

Lihat tutorialnya di bawah ini.

(Sumber Infografik: BCA.co.id)