Panduan Hadapi Wawancara Kerja Agar Tidak Gagal

Panduan Hadapi Wawancara Kerja Agar Tidak Gagal
Panduan Hadapi Wawancara Kerja Agar Tidak Gagal

Mendapat pekerjaan sesuai impian dan harapan memang tidak mudah. Ketika harus menghadapi serangkaian wawancara kerja, itu juga merupakan saat-saat dimana keberanian, keterampilan dan kepandaian diuji.

Hal-hal apa saja yang sebaiknya kamu lakukan sebelum melakukan wawancara kerja? Apa saja yang menjadi pertimbangan pewawancara untuk meneruskan atau menghentikan proses wawancara? Berikut beberapa kiat seperti disarikan Cosmopolitan.

Usahakan Melamar di Bidang yang Sama

Melamar pekerjaan di bidang yang sama dengan pekerjaan sebelumnya akan menjadi nilai tambah. Demikian, kamu bisa menggunakan pengalaman kerja sebelumnya sebagai contoh relevan untuk pekerjaan yang dilamar.

Jangan lupa, sebutkan pula beberapa jobdesk atau tanggung jawab yang pernah kamu kerjakan. Hal ini akan sangat berguna bagi pewawancara untuk mengetahui sejauh apa pengalaman kerjamu.

Bila kamu baru lulus (fresh graduate) dan belum punya pengalaman kerja, hal terbaik yang bisa kamu lakukan adalah melampirkan beberapa contoh karya. Misalnya, bila kamu melamar menjadi penulis majalah, lampirkan contoh tulisanmu.

Jangan lupa, sebutkan pula pengalaman magang, organisasi dan seminar lain yang relevan.

Gunakan Istilah yang Hanya Dipakai Di Bidang Kerjamu

Menurut informasi JobStreet, menggunakan istilah tertentu terkait bidang yang dilamar bisa membuatmu terlihat lebih baik. Bila ingin menjadi jurnalis, misalnya, hal itu akan membuat koordinator liputan lebih terkesan.

Bagi fresh graduates, jangan lupa menyebutkan seminar yang pernah diikuti dan tunjukkan sertifikat kehadiranmu di acara itu. Bila ingin menjadi wartawan, sebutkan seminar jurnalistik yang pernah diikuti dan lampirkan juga kemampuan bahasa asing untuk nilai plus.

Jujur untuk Pengalaman Kerja, Gaji dan Informasi Pribadi

Jangan pernah mengarang mengenai pengalaman kerja, gaji serta informasi pribadi pada pewawancara. Sebab, berbohong hanya akan membuatmu berada dalam masalah ketika maju ke proses wawancara berikutnya. Jadi, jujur saya mengenai kemampuan dan apa saja yang kamu dapat dari kantor sebelumnya.

Jangan Terlalu Sering Berganti Pekerjaan Tanpa Alasan Jelas

Pindah kerja adalah kebiasaan yang sering dilakukan generasi muda (milenial). Tapi berhati-hatilah. Sebab, terlalu sering berganti kantor akan menunjukkan bahwa kamu tidak memiliki loyalitas. Padahal, loyalitas dalam membangun karier adalah hal berharga.

Hindari Mengatakan Hal Buruk Mengenai Kantor Sebelumnya

Hal tersebut akan membuatmu menyalahkan orang lain. Di samping itu, tidak ada kantor yang suka mempekerjakan orang yang suka mengeluh dan bergosip.

Uang Bukan Segalanya

Sebelum menolak sebuah tawaran, lihat dulu plus dan minusnya. Di samping gaji, ada beberapa faktor yang juga harus dipikirkan ketika negosiasi, seperti asuransi kesehatan dan gigi, jam kerja yang fleksibel, dana pensiun, jumlah cuti dan izin sakit, bonus tahunan, sistem reimburse, cuti hamil bagi wanita serta kenaikan gaji dan jabatan.

MORE FROM MY SITE