Pesan Penting dari Kesha Ratuliu Soal Kanker Payudara

Ilustrasi
Ilustrasi

Kampanye soal pentingnya check up dini pada potensi kanker payudara kian digencarkan. Pasalnya, jumlah penderita di kalangan milenial ternyata meningkat. Nah, katanya nih, salah satu penyebabnya adalah gaya hidup.

Wah ini berarti tidak boleh kita remehkan. Sebab gaya hidup yang dimaksud meliputi makanan dan tingkat stres pada wanita.

Hormon dalam tubuh berkaitan erat dengan sel-sel yang ada di sekitar payudara. Selain itu, paparan senyawa dan zat kimia tertentu akibat gaya hidup yang buruk juga bisa membuat sel berkembang secara abnormal sehingga menyebabkan kanker payudara.

Gaya hidup buruk itu meliputi merokok, malas bergerak, sering makan tengah malam, sering begadang, konsumsi pil KB sembarangan, minuman keras, dan masih banyak lagi.

Dokter Siska Liana SP Rad dari Rumah Sakit Colombia Asia Semarang pernah mengatakan pengidap kanker payudara tidak hanya disebabkan faktor genetik. Tapi ada faktor hormonal di dalam tubuh yang juga berpengaruh.

“Perubahan gaya hidup, faktor makanan, lingkungan dan tingkat strees, bisa berpengaruh dan bisa jadi faktor pemicu munculnya gejala penyakit kanker, “ kata dr Siska seperti dilansir dari laman SehatQ.

Nah, yang perlu kamu garis bawahi juga, sekarang jumlah pengidap tumor payudara ternyata bertambah di kalangan wanita muda. Malahan dalam sebuah diskusi baru-baru ini, dari 15 wanita muda yang ia periksa, 2 di antaranya terdeteksi benjolan di payudara—meskipun masih dalam kategori tumor jinak. Hal ini seharusnya bisa meningkatkan perhatian kita.

Pesan dari Kesha Ratuliu

Tak perlu takut atau sungkan, periksa dini jauh lebih penting. Kita bisa belajar dari Kesha Ratuliu yang belakangan mengungkapkan foto hasil USG payudara di Instagram Story-nya. Foto tersebut menunjukkan ada tumor atau kista di payudaranya.

Selain membagikan foto, Kesha juga menceritakan saat dirinya mengetahui adanya benjolan di payudara. Ia pun mengajak semua wanita untuk tak takut periksa dini dan semangat melawan penyakit ini.

Periksa dini bisa kamu lakukan di rumah kok. Kamu bisa melakukan SADARI yang merupakan akronim dari Periksa Payudara Sendiri.

“Banyak banget yang nanya gimana aku bisa notice, karena punyaku nyut-nyutan tapi cuma di daerah yang ada benjolannya. Pas aku pegang ternyata ada benjolan. Tapi ada juga yang nggak sakit, makanya penting banget SADARI tuh,” jelas Kesha.

Cara Memeriksa Payudara Sendiri

Dilansir dari Alodokter, waktu terbaik untuk melakukan SADARI adalah beberapa hari setelah periode menstruasi berakhir. Sebab pada saat itu, kadar hormon kita berfluktuasi sehingga menyebabkan perubahan pada tubuh, termasuk payudara yang mengencang.

Lalu bagaimana caranya? Apa yang kita periksa? Ada beberapa cara yang bebas kamu pilih. Intinya senyamannya kamu deh.

1. Di depan cermin

Berdirilah di depan kaca, lalu buka pakaian dari pinggang ke atas. Pastikan pencahayaannya cukup agar kelihatan.

Selanjutnya perhatikan payudaramu, apakah ada perubahan pada bentuk, ukuran, warna permukaan kulit, dan bentuk puting payudara.

Letakkan tangan di pinggang dan tekan kuat-kuat untuk mengencangkan otot dada. Lalu perhatikan payudaranya. Setelah itu, membungkuk di depan kaca sampai payudara terjulur ke bawah. Raba payudara untuk mengetahui apakah ada perubahan tertentu.

Berikutnya, tautkan dua tanganmu di belakang kepala lalu tekan ke dalam. Perhatikan lagi payudara, termasuk di bagian bawah. Kemudian periksa juga apakah terdapat cairan yang keluar dari putingnya. Caranya pakai jempol dan telunjuk, lalu tekan perlahan.

Kamu juga bisa melakukan cara ini saat mandi. Sebab busa sabun biasanya akan memudahkan pergerakan tangan mendeteksi apakah ada benjolan atau perubahan.

2. Berbaring

SADARI juga bisa dilakukan sambil berbaring. Malahan dengan berbaring, payudara jadi melebar sehingga memudahkan untuk diperiksa.

Nah, untuk itu kamu butuh gulungan handuk atau bantal kecil, letakkan di bawah pundak. Tempatkan tangan kanan di bawah kepala, lalu gunakan lotion di tangan kiri untuk meraba payudara kanan. Gerakkan searah jarum jam hingga melingkar. Lakukan merata di seluruh permukaan.

Yang Dicari

• Benjolan keras pada payudara atau ketiak.
• Perubahan pada permukaan kulit: kulit menjadi berkerut, atau terdapat cekungan.
• Perubahan bentuk ketika menggerakkan lengan
• Keluar cairan dari puting payudara, tapi bukan ASI.
• Keluar darah dari puting.
• Bagian puting memerah dan lembap
• Puting berubah bentuk, misalnya melesak ke dalam.
• Ruam di sekitar puting.
• Rasa sakit dan tidak nyaman berkelanjutan.
(Sumber: Alodokter)

Bagimana, gampang kan? Nah, hal yang perlu kamu perhatikan adalah tidak semua perubahan fisik payudara itu sudah pasti kanker. Jadi hal berikutnya yang kamu lakukan adalah tenang dan diskusikan dengan dokter pilihanmu. Sebab sebagian besar benjolan pada payudara biasanya hanya tumor jinak yang tidak bersifat kanker.

Jadi jangan panik dan khawatir dulu. Sebab semua itu bisa kita cegah lewat tindakan preventif dengan memeriksa kondisi kesehatan secara rutin. Memang sih, biaya yang dikeluarkan untuk ragam tindakan preventif ini agak mahal, tapi semua itu jadi layak bila kamu mengetahui kesehatan diri sejak dini, bukan?

Nah, untuk itu semua, kamu tentunya butuh biaya ekstra. Kamu pun perlu persiapan sejak jauh hari. Dengan memilih asuransi kesehatan yang tepat serta menjaga kesehatan tubuh, tentunya akan mempengaruhi kesehatan keuangan kamu juga.

So, yuk pilih produk asuransi yang terbaik. Saat ini banyak kok penawaran asuransi yang bisa disesuaikan dengan ragam kebutuhan dan isi dompet kita. Kamu bisa klik tautan ini untuk segala informasi soal asuransi kesehatan yang penting banget buat masa depan kamu. Semangat!