Pilih Buku Fisik atau Buku Elektronik?

Pilih Buku Fisik atau Buku Elektronik?
Pilih Buku Fisik atau Buku Elektronik?

Kemajuan teknologi telah membuat banyak hal menjadi kompak dan bisa kamu akses kapan saja melalui gawai (gadget) yang kamu bawa setiap hari. Ya, era digital pun mengubah buku fisik menjadi buku elektronik (eBook).

Namun, meski menawarkan kepraktisan, Marsha Chikita Fawzi lebih memilih buku fisik ketimbang ebook. "Aku lebih suka baca buku yang bisa aku cium-cium. Mungkin aneh karena aku suka bau kertas," kata putri Ikang Fawzi itu sambil tertawa.

Chiki juga mengaku, di tengah banyaknya aktivitas dan kurangnya waktu untuk membaca, ia memasang target untuk bisa menyelesaikan sebuah buku setidaknya satu buku dalam sebulan atau dua bulan. "Dalam setahun, Insya Allah bisa selesai baca lima buku," katanya.

Semangat Chiki dalam membaca ini tentu bisa juga kamu contoh. Terlebih lagi karena minat baca orang Indonesia masih sangat rendah. Di dunia saja, minat baca Indonesia mendapat peringkat 60 dari 61 negara.

Faktor buku mahal dan akses yang terbatas menjadi beberapa penyebab rendahnya minat baca orang Indonesia. Selain itu, membaca juga memang belum menjadi kebiasaan orang Indonesia. Bila kamu ingin membantu mengubah keadaan tersebut, ada cara mudah melakukannya.

Kamu bisa bergabung dengan gerakan #BukuUntukIndonesia yang diinisiasi oleh PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Untuk ikut gerakan ini pun mudah, kamu bisa memulainya dengan menyumbang minimal Rp100 ribu di kantor cabang BCA atau melalui BliBli.com.

Sebagai gantinya kamu akan mendapatkan kaus kebaikan. Chiki pun menjadi salah satu sosok yang mendukung gerakan ini. "Saya mendukung gerakan seperti ini, sangat bagus. Jadi anak-anak di pelosok Indonesia bisa mendapat buku bacaan dan menambah wawasan mereka," kata Chiki.

Chiki berpesan, kebiasaan membaca harus dimulai dari diri sendiri, harus mulai dengan menganggap bahwa membaca buku itu penting.

Selamat membaca!