Sebelum Ambil Keputusan Besar, Dengarkan Para Ahli Ini

Sebelum Ambil Keputusan Besar, Dengarkan Para Ahli Ini
Sebelum Ambil Keputusan Besar, Dengarkan Para Ahli Ini

Hidup memang soal pilihan. Dari bangun tidur hingga kembali tidur, kamu selalu harus memilih. Mulai dari pilihan sederhana hingga pilihan penting yang bisa mengubah hidup. Setiap keputusan selalu memiliki konsekuensi.

Ketika kamu harus membuat keputusan besar, perhatikan petuah-petuah pada tokoh besar berikut seperti dilansir lifehack.

Ruth Chang (lulusan fakultas hukum yang ahli filosofi dari Universitas Rutgers).

"Ketika harus membuat keputusan berat dan penting, mengetahui alasan-alasannya menjadi lebih penting dibanding hanya sekedar penilaian," katanya. Dalam mengambil keputusan penting, Ruth menyebut, kebanyakan orang hanya melakukan perbandingan, bukan mencari alasannya.

Benedikt Alfeld (pengusaha mudah dan ahli psikologi)

"Sering kali, waktu habis untuk menilai kekuatan dari tiap keputusan yang sudah kita ambil," katanya. Lebih banyak hasil studi menyebutkan, tiap keputusan cenderung diambil dengan cepat dan tanpa pertimbangan.

Karena itu, untuk mengambil keputusan yang lebih baik, tambah waktu pengambilannya.

Angela Lee Duckworth (psikolog Universitas Pennsylvania)

"Beranilah untuk menang. Keberanian dalam hidup seperti marathon, bukan lari sprint," katanya. Ketika hidup menjadi lebih menantang, kamu cenderung menjadi mudah menyerah.

Teruslah berusaha sampai kesuksesan datang. Kemampuan lebih akan datang bila kamu sudah melalui masa-masa sulit.

Barry Schwartz (Psikolog)

"Ketahui batasmu untuk mengetahui pilihan-pilihan yang lebih baik. Sata kamu punya banyak celana dan ada yang robek, kamu biasanya akan mencari siapa yang bertanggungjawab?," katanya.

Memiliki pilihan seharusnya membuatmu bahagia. Terlalu banyak pilihan akan berdampak sebaliknya. Hal ini membuatmu stres dan merasa gagal dalam menentukan pilihan terbaik. Ubah pola pikirmu. Bila ada celana robek, bukan berarti itu salahmu.

Dan Gilbert (Profesor Psikologi di Universitas Harvard)

"Ukur tujuan hidup dan keinginan. Putuskan apa yang terbaik untukmu. Terlalu sering membandingkan akan mengubah nilai sesuatu," katanya. Seringkali, bila kamu bahagia, maka kamu merasa berada di jalan yang tepat. Nyatanya tidak. Sering kali itu soal salah menilai.

Sheena Iyengar (Profesor bisnis di Columbia Business School)

"Lihat kembali pilihan-pilihanmu agar makin objektif dalam membuat keputusan. Pilihan hanyalah masalah produk," katanya. Dalam ekonomi modern, katanya, banyak pilihan membuatmu seolah dilarang langsung memilih dalam sekejap.

Padahal, seringkali, kamu justru menjadi tidak tahu letak perbedaannya. Demikian, seringkali kamu hanya memilih berdasarkan perasaan dan insting.

MORE FROM MY SITE