Sedang Naik Daun, Ini Fakta-fakta Sepeda Brompton

Brompton
Brompton

Masa pandemi ini jadi kesempatan banyak orang untuk menerapkan gaya hidup sehat. Salah satu kegiatan yang sedang digandrungi masyarakat sekarang adalah bersepeda.

Tak sulit menemukan pesepeda, terutama di akhir pekan. Kegiatan ini jadi favorit banyak orang karena bisa mengisi waktu luang, menyehatkan badan, sekaligus mengusir rasa jenuh. Tak heran, jika akhirnya toko sepeda diserbu hingga kehabisan stok.

Nah, salah satu merek sepeda yang sedang diburu banyak orang adalah Brompton. Sepeda lipat impor yang sedang naik daun ini diklaim memiliki kualitas jempolan dan sangat nyaman saat dikendarai. Produknya pun laris manis, meski harganya tergolong mahal.

Buat kamu yang belum tahu tentang Brompton, yuk kita gali lebih dalam fakta-fakta di baliknya.

Sejarah Brompton

Sepeda lipat Brompton pertama kali dirancang pada tahun 1975 oleh Andrew Ritchie di South Kensington, London, Inggris. Saat mendesain sepeda ini, Andrew sedang menghadap ke Brompton Oratory.

Pada tahun 1981, sepeda lipat ini mulai diproduksi dalam skala kecil dan khusus. Tujuh tahun kemudian, sepeda lipat Brompton diproduksi secara massal dengan pabrik pertama yang ada di Brentford, London Barat.

Dua puluh tahun kemudian, Brompton telah mengekspor 25 ribu unit produknya ke berbagai belahan dunia seperti Belanda, Amerika, Jerman, Jepang dan Skandinavia. Atas pencapaian tersebut, Andrew diganjar penghargaan Prince Philip Designers Prize pada 2009 atas karyanya di bidang sepeda.

Jenis produk Brompton

Menurut situs resminya, Brompton memiliki tiga jenis sepeda yang dipasarkan. Pertama, tipe Brompton. Tipe ini bisa dilipat ke ukuran panjang 565 mm, lebar 270 mm, dan tinggi 585 mm sehingga menjadikannya portable atau mudah dibawa oleh pemiliknya.

Tipe kedua adalah Brompton Electric. Jenis ini lebih canggih karena sudah dilengkapi baterai dan sensor pintar. Meskipun sudah dilengkapi mesin elektrik, Brompton mendesainnya dengan tetap mempertahankan cara kerja utama sebuah sepeda, yakni digowes. Jadi, setiap perjalanan antara 25 dan 50 mil, sepeda ini harus digowes agar baterainya terisi kembali.

Terakhir, jenis Superlight. Sepeda jenis ini dirancang dengan komponen yang lebih ringan di beberapa bagian. Sepeda ini jauh lebih ringan sekitar 0,74 kilogram daripada tipe Brompton sehingga lebih mudah dibawa lagi dibanding dua tipe lainnya.

Harga sepeda Brompton

Menurut situs Brompton, sepeda lipat termurahnya dijual dengan harga sekitar 900 poundsterling atau sekira Rp16,5 juta. Sedangkan Brompton Electric dijual seharga 2.595 poundsterling atau Rp48 juta. Tentunya harga ini belum termasuk pajak saat masuk ke Indonesia ya.

Brompton juga menawarkan opsi personalisasi yang bisa disesuaikan dengan keinginan pembeli, seperti pemilihan warna yang berbeda, kustomisasi sadel, opsi persneling, dan berbagai aksesoris lainnya. Untuk opsi personalisasi ini dibutuhkan waktu produksi tambahan sekitar 6-8 minggu.

Meski harganya tergolong mahal untuk ukuran sebuah sepeda, namun produk Brompton tetap laris di seluruh dunia. Alasannya karena Brompton menggunakan material sangat berkualitas, desain lipatan yang jenius, dan kenyamanannya yang sudah tak diragukan lagi.

Pengen punya sepeda Brompton? Sudah coba menabung, tapi uangnya terpakai terus?

Manfaatkan Tahapan Berjangka di BCA. Dengan sistem autodebet, kamu enggak usah khawatir tabunganmu terpakai.

Apalagi nilai setorannya relatif kecil mulai dari Rp500 ribu per bulan. Sudah begitu suku bunganya juga lebih tinggi dari tabungan biasa. Jadi lebih untung deh.

Cari tahu dan langsung simulasi Tahapan Berjangka BCA di sini.