Sejak Usia Berapa Anak Bisa Diajarkan Investasi?

Sejak Usia Berapa Anak Bisa Diajarkan Investasi?
Sejak Usia Berapa Anak Bisa Diajarkan Investasi?

Buat kamu yang sudah kenal dan paham pentingnya investasi saham, tentu kadang terbersit keinginan untuk memperkenalkan dan menanamkan kebiasaan itu pada anakmu, bukan?

Pertanyaanya, sejak usia berapa sebenarnya anak bisa dikenalkan pada investasi saham?

Di dalam uraiannya, analis saham Teguh Hidayat menyebut, anak bisa diperkenalkan pada investasi saham sejak usia enam tahun. Namun, pada praktiknya, ajaran bermain saham bisa lebih mudah dipraktikkan mulai usia sembilan tahun.

Menurut Teguh, bermain saham cukup dengan matematika sederhana seperti tambah, kurang, kali dan bagi. Lalu, bagaimana metodenya?

Ajarkan Anak Membeli Barang Berguna dan Dapat Digunakan Lama

Metode ini adalah konsep dasar investasi. Bila kita mengajak mereka ke pusat perbelanjaan, anak bisa memilih banyak hal. Misalnya baju, makanan, mainan dan lainnya.

Kita bisa mengajarkan manfaat pembelian satu barang apakah bisa digunakan untuk jangka pendek atau panjang.

Ajari Anak Soal Nilai Barang (Value Investing)

Kamu pernah mendengar kisah Carlos Slim Helu? Sejak usia sembilan tahun, ayah Carlos memberi uang padanya tiap akhir pekan. Di pekan depan, ia akan tanya uang itu untuk apa saja.

Jika ia membeli sesuatu lebih murah dari harga normal, ayahnya akan menegurnya. Di usia 11 tahun, Carlos yang orang Meksiko itu membeli investasi pertamanya, obligasi pemerintah.

Nilainya naik terus dari tahun ke tahun. Di usia 12 tahun, Carlos membeli saham bank besar di Meksiko. Dia tahu ke depan, saham bank ini akan naik terus. Pada usia 15 tahun, Carlos sudah menjadi salah satu pemegang saham minoritas terbesar di bank tersebut.

Mendidik anak untuk berinvestasi itu penting. Investasi adalah karier seumur hidup tanpa pensiun. Dalam hal ini, Carlos sebenarnya juga meneruskan karier ayahnya, Julian Slim. Kini, ia menjadi salah satu orang terkaya di dunia.

Mengenalkan investasi pada anak bukan berarti mengesampingkan minat anak. Warren Buffet ternyata juga tak akan mewariskan perusahaannya pada anaknya. Ia tahu minat anaknya bukan di sana.

Namun, yang paling penting adalah mengajarkan cara mengelola aset dan kapan harus membeli aset pada harga yang setara nilainya atau lebih rendah.