Sejarah Denim dari Zaman Koboi Sampai Perang Dunia

Sejarah denim
Sejarah denim

Jika ada pertanyaan fesyen apa yang tak pernah mati oleh waktu, apa jawabanmu? Adakah di antara kamu yang menjawab denim?

Tak bisa dipungkiri, Denim merupakan salah satu fesyen yang masih digemari sejak dulu. Di tengah serbuan tren busana baru, denim atau jin tetap bisa mengikuti zaman dan menunjukkan eksistensinya.

Industri denim terus tumbuh, termasuk pemain lokal. Hal itu seakan berjalan seiring dengan meningkatnya komunitas pencinta denim dengan ragam aktivitas.

Nah, bicara soal eksistensi, semua itu tak terlepas dari awal mulanya denim disukai banyak orang. Dinukil dari Vogue, semua berawal pada 1800-an—tepatnya ketika para pekerja berat di Amerika Serikat (AS) ramai-ramai memilih busana jin untuk mendukung aktivitasnya.

Jin lalu makin populer ketika pada 1930-an banyak aktor-aktor perfilman AS mengenakannya. Dengan cepat, celana berbahan denim langsung dikenal luas oleh publik. Hal ini pun sejalan dengan munculnya sejumlah industri manufaktur yang memproduksi jin, termasuk Blue Bell (kini Wrangler) pada 1904 dan Lee Mercantile pda 1911. Khusus Lee malahan sempat menjadi celana favorit yang dikenakan para prajurit-prajurit pada saat perang dunia pertama.

Tak lama setelah itu, memasuki 1920-an, Hollywood kian sering membuat film-film bertema koboi. Popularitas denim pun makin melejit di dunia, hingga orang-orang Indonesia yang bepergian ke luar negeri melihat dan membelinya.

Arus tren denim di Indonesia langsung bergerak otomatis. Memasuki 1980-an, fenomena ini langsung dilirik sebagai peluang usaha dan produsen-produsen denim mulai bermunculan.

Nah, ada berapa banyak koleksi denim kamu di rumah? Jangan sampai kamu melewatkan inovasi-inovasi terbaru yang dibuat para desainer denim, termasuk dari grup Delamibrand, seperti Wrangler dan Lee. Apalagi Delamibrand juga sedang memberi potongan harga untuk kamu pemegang Kartu Debit dan Kredit BCA. Untuk lebih lengkapnya, kamu bisa cek di tautan ini.