Survei: 63,5 Persen Milenial Anggap Handphone adalah Dompetnya

HP gue ya dompet gue
HP gue ya dompet gue

Metode transaksi nontunai benar-benar semakin diminati masyarakat. Sebuah survei yang dilakukan Inventure bahkan menunjukkan 63,5 persen milenial sudah mulai meninggalkan uang tunai. Bukan tidak mungkin persentase ini akan bertambah seiring inovasi yang dilakukan perbankan.

"Di tahun 2021, adopsi konsumen terhadap digital payment akan mengalami fase kritikal di mana cara transaksi baru ini bakal menjadi mainstream di area urban," kata Managing Partner Inventure, Yuswohady.

Adanya pandemi menjadi salah satu faktor perubahan perilaku masyarakat dalam hal transaksi ini. Malah tidak hanya milenial, generasi di atasnya pun mulai mencoba memanfaatkan pembayaran secara cashless, cardless dan contactless.

“Kita bisa lihat masyarakat mulai adaptif melakukan transaksi keuangan dengan bantuan digital. Studi yang kami lakukan menunjukkan hanya 6,2 persen responden yang lebih sering melakukan transaksi perbankan di kantor cabang. Sebaliknya, yang lebih sering transaksi melalui mobile/internet banking mencapai 43,6 persen,” sambung Pria yang biasa disapa Siwo ini.

Menariknya, para milenial yang memilih transaksi nontunai ini seolah menganggap handphone atau ponsel adalah dompetnya. Sebanyak 63,5 persen pun setuju jika layanan pembayaran contactless menjadi prioritas ketika berbelanja.

“Bukan kartu debit atau kartu kredit ya, tapi contactless, tanpa kontak, misalnya QR Code,” sambung Siwo.

Hasil selengkapnya dari survei ditulis dalam sebuah ebook berjudul "Indonesia Industry Outlook 2021: Consumer Megashifts Post COVID-19" yang akan diluncurkan dalam acara Indonesia Industry Outlook 2021 Conference, 4-6 November 2020.

Selengkapnya klik di sini.

QR Code Jadi Tren Kekinian

Metode pembayaran menggunakan QR Code sendiri memang jadi tren kekinian. Terlebih saat pandemi seperti sekarang, di mana masyarakat memang menginginkan belanja tanpa sentuhan.

Dengan QR Code, pelanggan tidak perlu repot lagi membawa uang tunai. Tinggal bawa HP, buka aplikasi dari Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP), lalu scan QR.

Apalagi pemerintah sekarang juga sudah memberlakukan QRIS (dibaca Kris) yang merupakan kependekan dari Quick Response Code Indonesian Standard. Artinya, mau apapun aplikasi pembayaran yang digunakan, QR yang dipakai ya hanya QRIS ini.

Gayung bersambut, aplikasi dari bank maupun nonbank yang menyediakan fitur pembayaran QR Code juga makin banyak. Artinya, bagi pedagang, peluang meningkatkan penjualan jadi makin tinggi.

Ambil contoh BCA. Bank swasta terbaik di Indonesia ini memiliki fitur pembayaran dengan QR di BCA mobile dan Sakuku. Fitur ini banyak digunakan nasabah BCA untuk bayar transaksi belanja di merchant.

Nah, melihat banyaknya nasabah BCA, ini bisa jadi peluang besar yang dapat kamu manfaatkan untuk meningkatkan potensi penjualan. Apalagi EDC BCA sekarang juga bisa mencetak kode QR yang bisa digunakan oleh semua aplikasi pembayaran berbasis QR, lho.

Nah, lengkapi EDC-mu dengan fitur QRIS sekarang. Klik di sini untuk caranya.

Terbukti, contactless memang jadi solusi baik untuk pembeli maupun pedagang.